Kisah Pertemuan Terakhir Gubernur Erzaldi dengan Mendiang Parhan Ali, Sosok yang Dipanggil Om

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) datang melayat ke rumah duka Bupati Bangka Barat

Kisah Pertemuan Terakhir Gubernur Erzaldi dengan Mendiang Parhan Ali, Sosok yang Dipanggil Om
BANGKA POS / DEDY Q)
Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) saat melayat ke rumah duka mendiang Ketua DPRD Babar Hendra Kurniady, Jumat (1/2/2019) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) datang melayat ke rumah duka Bupati Bangka Barat (alm) Parhan Ali dan rumah duka Ketua DPRD Bangka Barat (alm) Hendra Kurniady, Jumat (1/2/2019) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kepada sejumlah wartawan di rumah dinas Ketua DPRD Bangka Barat, Erzaldi menyampaikan ucapan duka citanya.

"Kita kehilangan dua sekaligus putra terbaik Bangka Barat, sekaligus Bangka Belitung. Saya atas nama Pemprov Babel atas nama keluarga mengucapkan rasa duka yang sangat mendalam. Semoga Allah menerima kedua almarhum dengan sebaik-baiknya, di tempat yang terbaik. Kepada masyarakat Babar ikut mendoakan, semoga apa yang terjadi ini kita ambil hikmahnya, saya yakin Allah selalu memberkati kita untuk yang baik-baik," kata Erzaldi

Di mata Erzaldi, mendiang Parhan Ali adalah teman sejawat mertuanya. Ia juga kenal dekat istri mendiang almarhum Parhan Ali.

"Kalau di luar tugas kami itu memanggilnya Om. Jadi sangat dekat sekali, tugas kesehariannya dengan kami lancar saja dalam berkoordinasi. Kesan saya, beliau orang yang cepat bekerja dalam melayani, bekerja keras. begitu juga dengan pak Hendra, keras, taat aturan, sekalipun sering berslisih pendapat, tetapi intinya beliau cepat cairnya kalau ada sesuatu hal yang bersinggungan," beber Erzaldi.

Erzaldi juga mengisahkan pertemuan terakhirnya dengan mendiang Parhan Ali pada Kamis (31/1/2019) malam lalu di Rumah Sakit Siloam.

Awalnya Erzaldi juga sempat terlintas dengan Parhan di tengah jalan di ujung Muntok saat ia mendampingi Mendikbud Muhadjir Effendy ke Muntok sementara Bupati Babar Parhan Ali sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Di rumah sakit Siloam saya sempat menjenguk beliau. Dan beliau masih sadar, ketemu saya, pegang saya. Sempat terucap sama beliau minta di-PLT-kan. Saya bilang tunggu saja nanti mudah-mudahan selesai dengan baik. Beliau sempat memperkenalkan saya dengan putranya, Reza, yang memang belum sempat bertemu dengan saya," tutur Erzaldi.

Erzaldi kemudian menyarankan, dan berdasarkan rembuk keluarga, agar Parhan Ali dibawa ke RSUP Soekarno.

"Karena kita kan sudah lengkap alatnya dan ada kerja sama dengan RSCM. Dokter RSCM nanti yang akan datang ke rumah sakit, dan pagi Direktur RSUP Soekarno selalu kontak saya, dan sempat membaik. Sempat bercanda-canda lah sama keluarga," beber Erzaldi.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved