Hj Yulinar Bicara Tentang Urgensi Caleg Perempuan

Hadirnya caleg perempuan tak hanya untuk memenuhi syarat atau menandingi caleg laki laki namun para caleg perempuan memiliki misi penting

Hj Yulinar Bicara Tentang Urgensi Caleg Perempuan
Bangkapos.com/Dok
Caleg perempuan DPR RI dari Partai Gerindra, Hj Yulinar (kanan). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hj Yulinar Caleg perempuan yang diusung oleh Partai Gerindra untuk duduk  di kursi DPR RI mengatakan calon legislatif (caleg) perempuan tidak sekadar untuk memenuhi kuota 30 persen, apalagi menandingi caleg laki-laki secara kuantitas. Lebih dari itu keterwakilan perempuan di parlemen memiliki urgensi tersendiri dalam konteks proses pembangunan yang ada. 

Dalam tulisannya Khairnur (2008: 3) menyebut keterwakilan perempuan yang proporsional pada wilayah-wilayah pengambil dan pembuat kebijakan sangat penting fungsinya. Hal tersebut didasarkan atas dua pemikiran. Pertama, yang paling mengerti mengenai persoalan perempuan adalah perempuan itu sendiri.

"Jadi hadirnya caleg perempuan tak hanya untuk memenuhi syarat atau menandingi caleg laki laki namun para caleg perempuan memiliki misi penting karena banyak kepentingan perempuan yang terabaikan dan hanya perempuan yang mengerti persoalan-persoalan mereka," kata  Hj Yulinar 

Selain itu kehadiran caleg perempuan adalah untuk prinsip keadilan. Artinya, dengan jumlah populasi perempuan yang besar, representasi perempuan sudah seharusnya besar pula. Agar perempuan bisa berbicara atas nama kaum perempuan. Ini untuk memajukan kepentingan perempuan dengan porsi yang adil.

Menurut teori perwakilan politik, merujuk Lovenduski (2008:37), perwakilan politik perempuan dapat diartikan sebagai kehadiran anggota kelompok tertentu (perempuan) dalam lembaga-lembaga politik formal.

Teori perwakilan politik menyebutkan bahwa para wakil mempunyai dorongan untuk mewakili kepentingan masyarakat yang memilihnya atau yang akan memilih mereka di waktu mendatang.

Perwakilan politik perempuan harus mengarah pada perwakilan substantif, bukan diskriminatif.

Perwakilan substantif mengarahkan perhatian pada ide mengenai kepentingan-kepentingan perempuan. Jumlah keterwakilan perempuan diharapkan dapat memadai sesuai dengan porsinya.

"Tentu kami perempuan jika duduk sebagai wakil rakyat salah satu perjuangan kami adalah memperjuangkan hak hak perempuan dan memberikan solusi berbagai permasalahan perempuan selain membawa kepentingan aspirasi masyarakat pada umumnya," kata Hj Yulinar 

Hj Yulinar yang berharap dukungan penuh dari kaum perempuan di Bangka Belitung agar bisa memakili mereka.

(bangkapos.com/deddy marjaya)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved