WALHI Babel Bereaksi Atas Kabar Upaya Pembunuhan Direktur Walhi NTB

Walhi Kepulauan Bangka Belitung menilai peristiwa itu merupakan kegagalan negara memberi jaminan dan perlindungan kepada pejuang lingkungan hidup.

WALHI Babel Bereaksi Atas Kabar Upaya Pembunuhan Direktur Walhi NTB
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM -- Pembakaran rumah Murdani, Direktur Walhi NTB diduga merupakan upaya pembunuhan yang terencana. Walhi Kepulauan Bangka Belitung menilai peristiwa itu merupakan kegagalan negara memberi jaminan dan perlindungan kepada pejuang lingkungan hidup.

Pada 28 Januari 2019, sekitar Pukul 03.00 WITA, rumah Murdani diduga dibakar. Walhi Kepulauan Bangka Belitung mengungkap dugaan sementara kasus tersebut melalui rilis yang diterima bangkapos.com.

"Peristiwa ini patut diduga terencana dan ditujukan untuk membunuh Murdani dan keluarganya. Hal ini dapat diketahui dari hasil investigasi dan temuan Tim WALHI yang mencatat bahwa ada empat titik pembakaran, yang dua diantaranya merupakan akses penting untuk keluar masuk rumah, yaitu di pintu utama dan pintu dapur," ungkap Zulpriadi, PJs Direktur Eksekutif Walhi Kepulauan Bangka Belitung.

Temuan dua titik ini memperkuat dugaan WALHI, agar Murdani dan keluarganya tidak mempunyai keluar rumah. Sedangkan dua kobaran api lainnya ditemukan di depan mobil avanza dan di bagian depan mobil dum truk di halaman rumahnya.

"Kejadian ini diduga dilakukan secara terencana oleh orang yang terlatih, karena ditemukan topi yang menutup CCTV yang berada di bagian luar pintu dapur," ungkap Zulpriadi.

Pihaknya menilai Kejadian pembakaran rumah yang bertujuan menghilangkan nyawa Murdani dan keluarganya patut diduga berelasi dengan perlawanan dan kritik WALHI NTB terhadap aktivitas indutri pertambangan pasir dan pembangunan yang abai terhadap kondisi lingkungan hidup di Provinsi tersebut.

"Dugaan ini semakin kuat, karena sejak 2016, Murdani telah beberapa kali mencapat ancaman pembunuhan. Terhadap ancaman tersebut, ia sudah melaporkannya kepada Polda NTB, namun tidak ada tindakan dan penanganan yang serius oleh Polda NTB. Seharusnya Polda NTB memberikan perlindungan khusus kepada Murdani pasca ancaman yang dialaminya," katanya.

Zulpriadi, Pjs Direktur WALHI Kep. Bangka Belitung mengutuk keras aksi tersebut dan secara tegas menuntut Negara dalam hal ini Presiden untuk menjadikan peristiwa ini sebagai kekerasan terakhir kepada Pejuang Lingkungan Hidup dan Pembela HAM lainnya.

"Kepolisian Republik Indonesia khususnya Kapolda NTB untuk segera mengusut, menangkap dan mengungkap motif kejadian pembakaran yang patut diduga direncanakan untuk membunuh Murdani dan keluarganya," katanya.

Pemulihan atas kerugian materil dan psikis yang dialami Murdani dan keluarga patut dibantu.

Pihaknya juga menutut Presiden untuk segera menerbitkan peraturan dan kebijakan khusus yang memberikan jamian dan perlindungan kepada Pejuang Lingkungan Hidup dan Pembela HAM lainnya serta menghentikan proses penerbitan izin serta meninjau ulang izin-izin industri ekstraktif yang mengancam keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan hidup.(*/tea)

Penulis: Teddy M (tea)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved