Imlek 2019

Pernak-pernik Imlek Hiasi Kawasan Kelenteng, Warga Antusias Berselfie Ria

Ratusan lampion dan payung hias tergantung indah menghiasi kawasan Kelenteng Kwan Tie Miaw di Jalan Muhidin, Sungailiat.

Pernak-pernik Imlek Hiasi Kawasan Kelenteng, Warga Antusias Berselfie Ria
Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Semarak pernak-pernik menyambut perayaan imlek di kawasan Kelenteng Kwan Tie Miaw di Jalan Muhidin, Sungailiat, Minggu (3/2/2019). Sejumlah warga dan anak-anak muda memanfaatkan momen ini untuk berselfie ria. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan lampion dan payung hias tergantung indah menghiasi kawasan Kelenteng Kwan Tie Miaw di Jalan Muhidin, Sungailiat. 

Spot-spot menarik ini banyak dimanfaatkan warga, termasuk anak-anak muda untuk berselfie ria. 

Rara (18) bersama tiga temannya mengaku menikmati suasana meriah dengan hiasan lampion. Ketiga remaja ini begitu bersemangat untuk mengambil momen yang hanya ada sekali dalam setahun.

"Kami sudah merencanakan untuk ke sini jauh-jauh hari namum karena masih sibuk sekolah jadi belum sempat, dan untungnya malam ini bisa benar-benar berfoto di sini. Kami sangat senang sekali karena bisa mengabadikan momen ini," ucap Rara.

Penjaga Kelenteng Kwan Tie Miaw Sungailiat, Koh Anam menyebutkan, lampion dan payung-payung hias tersebut telah digantung sepanjang jalan sejam pertengahan Januari 2019 lalu. Pihaknya kata Koh Anam bergotong royong bersama warga untuk menghiasnya.

"Selain pemasangan lampion dan payung hias, kami juga telah mempersiapkan beberapa hal seperti pembersihan kelenteng, mempersiapkan dupa, lilin untuk keperluan sembahyang, dan tentunya pembersihan arca/patung yang akan kami lakukan sebelum perayaan tahun baru," jelas Koh Ayam sambil merapikan susunan dupa.

Ceh Eli (53), pengurus kelenteng menuturkan lampion tersebut diperoleh dari sumbangan warga tionghoa yang sedang berbahagia menyambut imlek. Sedangkan payung hias dibeli secara pribadi oleh pihak kelenteng dengan harga Rp 40.000,- per payung.

Sembari menyalakan lilin di altar kelenteng, Ceh Eli menyebutkan biaya listrik untuk penerangan lampion pada malam hari diperoleh dari sumbangan masyarakat di sekitar kelenteng dan warga thionghoa yang tinggal di Sungailiat.

"Pihak kelenteng hanya mempersiapkan perlengkapan penunjang seperti colokan, terminal dan kabel untuk keperluan penerangan di malam hari. Untuk instalasi pemasangan lebih lanjut dilakukan secara bersama dan bergotong royong." lanjut Ceh Eli.

Lebih lanjut Ceh Eli menyampaikan, setelah melalui 15 hari pasca Cap Go Meh (Tahun Baru Imlek), maka lampion dan payung-payung serta hiasan lainnya akan dicabut. Hal tesebut juga menandakan semarak perayaan Imlek 2570 telah berakhir dan berharap imlek di tahun mendatang akan lebih meriah. 

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved