Wagub Bangka Belitung Serahkan ke Bawaslu Soal ASN Diduga Terlibat Politik

Pihaknya juga akan tetap memberikan penilaian dan tindakan jika memang benar ada ASN yang terlibat dalam politik praktis.

Wagub Bangka Belitung Serahkan ke Bawaslu Soal ASN Diduga Terlibat Politik
Bangka Pos/Krisyanidayati
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah 

BANGKAPOS.COM - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika memang ditemukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Babel.

Kendati demikian, pihaknya juga akan tetap memberikan penilaian dan tindakan jika memang benar ada ASN yang terlibat dalam politik praktis. Dirinya menegaskan, ASN harus netral dan tidak boleh menyuarakan dukungan politik secara terbuka.

"Jika dipanggil Bawaslu itu kewenangan Bawaslu dan kita serahkan ke Bawaslu bisa untuk menilai dan menyelesaikan," katanya, Senin (4/2/2019).

Diingatkan Fatah, ASN juga tidak boleh menampilkan simbol-simbol politik, apalagi berkampanye.

Disinggung soal ada ASN yang akan dipanggil Bawaslu, Fatah enggan berkomentar banyak.

"Mungkin itu salam lestari, kan L, tapi enggak tau lah, Bawaslu yang menilainya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan yang disebut-sebut menjadi bagian dalam foto yang diindikasikan mendukung salah satu calon presiden, membantah bahwa itu bukan bentuk dukungan melainkan salam Lestari.

Marwan menjelaskan, foto itu diambil usai kegiatan penanaman pohon di Kabupaten Bangka yang dihadiri banyak orang pada 14 Januari lalu.

Bentuk jari yang menunjukkan huruf L yang berarti Lestari menggunakan dua jari yakni telunjuk yang mengacung ke atas dan jempol.

"Itu salam lestari, lestari hutan dan itu kegiatan penanaman pohon. Salam ini sudah lama digerakkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, setiap kegiatan penanaman berkaitan dengan kawasan hutan salam ini kita gerakkan, bahkan Bu Menteri juga sama," katanya.

Dirinya, menyayangkan hal ini menjadi dipolitisasi lantaran ada pasangan capres yang menggunakan ini. Ia menjelaskan, salam ini sudah lama digalakkan dan kerap digauangkan dalam kegiatan KLHK.

"Salam ini sudah lama salam seperti itu, mungkin kebetulan ada paslon seperti itu, tapi ini maknanya salam lestari," sebutnya.

Ditanya perihal, pemanggilan Bawaslu, menurutnya ia siap memberikan keterangan dan klarifikasi.

"Saya akan hadir untuk memberikan klarifikasi, agar masyarakat tau dan ini ada hikmahnya, agar masyarakat tahu kalau salam lestari itu seperti itu bentuknya huruf L," sebutnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved