Imlek 2019 - Makna Tradisi Mudik Imlek bagi Masyarakat Tionghoa di Indonesia

Imlek 2019 - Makna Tradisi Imlek bagi Masyarakat Tionghoa di Indonesia, Mereka Juga Mudik

Imlek 2019 - Makna Tradisi Mudik Imlek bagi Masyarakat Tionghoa di Indonesia
Bangka Pos/ Resha Juhari
Warga Sembahyang menyambut Imlek di Kelenteng Kwan Tie Miaw 

Banyak sub-etnis Tionghoa yang ada di Indonesia, seperti Singhua, Hokian, Kanton, Khek, Hailam, Hainan, dan Lenga. Mereka tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Walau tiap sub etnis memiliki tradisi berbeda dalam merayakan imlek, momen mudik merupakan hal sama yang selalu ditunggu setiap tahunnya.

Berkumpul bersama keluarga menjadi alasan utama dari tiap acara mudik tahunan tersebut. Apa makna tradisi mudik itu?

Sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Yerry Wirawan mengatakan bahwa tradisi mudik sudah sangat erat bagi etnis Tionghoa, baik itu di negaranya maupun keturunan yang berada di berbagai negara.

"Karena banyaknya orang China yang menjadi perantau, sementara dalam tahun baru mereka harus memberikan hormat kepada orangtua yang biasanya di daerah asal. Karenanya muncul istilah mudik," ujar Yerry, saat dihubungi Kompas.com, akhir pekan lalu (3/2/2019).

Hampir tak ada perbedaan antara tradisi mudik di Indonesia dan di China, karena keluarga biasanya menjadi alasan utama kepulangan para perantau ini.

Mungkin hanya sebatas jumlah di saja pemudik di China yang membeludak hingga jutaan orang, dan dipersiapkan banyak transportasi.

Hal senada juga dikatakan sama oleh Ravando Lie, sejarawan dan kandidat doktor sejarah Universitas Melbourne ketika dihubungi Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

"Tradisi mudik jelas adopsi akulturasi dari China dan di sana tradisi ini disebut 'chunyun' yang menjadi migrasi besar-besaran milyaran orang Tionghoa di China dan negara lain," ujar Revando.

Menurut dia, tradisi ini dilakukan 15 hari sebelum perayaan Imlek dan dapat berlangsung hingga 40 hari.

Tradisi ini hampir mirip dengan tradisi mudik di Indonesia ketika Lebaran.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved