Imlek 2019 - Makna Tradisi Mudik Imlek bagi Masyarakat Tionghoa di Indonesia

Imlek 2019 - Makna Tradisi Imlek bagi Masyarakat Tionghoa di Indonesia, Mereka Juga Mudik

Imlek 2019 - Makna Tradisi Mudik Imlek bagi Masyarakat Tionghoa di Indonesia
Bangka Pos/ Resha Juhari
Warga Sembahyang menyambut Imlek di Kelenteng Kwan Tie Miaw 

Bedanya, di Indonesia waktunya lebih singkat dan libur hanya satu hari saja sedangkan di China waktunya lebih panjang.

Kebersamaan dan bersih jiwa

Jika di Amerika Serikat ada Thanksgiving, maka orang-orang Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek.

Inti hari raya ini adalah agar keluarga bisa berkumpul bersama, duduk mengelilingi meja makan, untuk bersantap sembari bertukar cerita dan bersyukur atas segala hal yang telah mereka alami di tahun sebelumnya.

Ketika para pemudik sampai di rumah, mereka akan melakukan serangkaian ibadah sesuai dengan kepercayaan.

Walaupun berbeda agama, konsep merayakan Imlek masih diberlakukan oleh orang-orang keturunan Tionghoa.

Salah seorang keturunan Tionghoa yang juga alumni Fakultas Ilmu Budaya UNS, Tasya, mengungkapkan bahwa dia biasanya keluarganya berkumpul walaupun mereka berbeda agama dan kepercayaan menjelang Imlek.

"Keluargaku biasanya datang berkumpul dan sehari sebelum Imlek beribadah menghidupkan dupa di rumahnya," ujar Tasya.

Dikutip dari Harian Kompas edisi 14 Juni 2001, Imlek memang identik dengan kebersamaan dan bersih jiwa.

Maka dari itu,yang pertama-tama harus dilakukan adalah membersihkan rumah.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved