Skrining Darah dan Pendengaran Bayi Baru Lahir, Penting Untuk Masa Depannya

Pemeriksaan pada bayi baru lahir tidak sebatas fisik saja. Pemeriksaan lain yang baiknya dilakukan adalah pemeriksaan

Skrining Darah dan Pendengaran Bayi Baru Lahir, Penting Untuk Masa Depannya
lampung.tribunnews.com
Skrining darah dan telinga pada bayi lahir penting, untuk masa depannya 

BANGKAPOS.COM – Pemeriksaan pada bayu baru lahir tidak sebatas fisik saja.

Pemeriksaan lain yang baiknya dilakukan adalah pemeriksaan golongan darah dan rhesus bayi.

Skrining darah untuk mengetahui hipotiroid kongenital, mengingat angka kejadiannya cukup tinggi di Indonesia.

Hipotiroid kongenital menurut dr. Engkie A. Djauharie, SpA., dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, adalah suatu penyakit akibat kekurangan hormon tiroid.

Kelainan ini terjadi, pada 1 dari 4.500 bayi lahir tiap tahunnya.

Cara pemeriksaan dengan mengambil darah pada ujung jari bayi dan dilakukan sebelum hari ke-7.

Kekurangan hormon tiroid menyebabkan retardasi mental berat dan gangguan pertumbuhan.

Dengan deteksi pada masa bayi dan pengobatan segera, anak dapat tumbuh normal.

Sementara skrining pendengaran umumnya dilakukan bila bayi memiliki indikasi tertentu.

Seperti hasil pemeriksaan lab TORCH pada ibu sewaktu kehamilan ternyata positif atau tingkat bilirubin bayi yang tinggi setelah dilahirkan.

Pada bayi normal, skrining pendengaran umumnya tidak diperlukan karena pemeriksaan secara manual saja sudah cukup mewakili.

Editor: tidakada016
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved