Diperiksa Bawaslu Babel, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kehutanan Babel

Simbol itu hak patennya kemenhut yang dilakukan baik di acara kenegaraan, diskusi lingkungan selalu

Diperiksa Bawaslu Babel, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kehutanan Babel
Bangka Pos / Hendra
Kepala Dinas Kehutanan Babel, Marwan diperiksa oleh Komisioner Bawaslu Babel, Kamis (7/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Bangka Belitung, Marwan datang sendiri memenuhi panggilan Bawaslu Babel untuk mengklarifikasi terkait pose 2 jarinya yang membentuk huruf L.

Kepada wartawan, Marwan mengatakan bahwa simbol 2 jari yang membentuk huruf L sudah lama dilakukan. Simbol itu digunakan sejak tahun 2013.

“Selama ini tidak ada masalah, sekarang ini dipermasalahkan karena ada kaitan dengan capres.

Simbol itu hak patennya kemenhut yang dilakukan baik di acara kenegaraan, diskusi lingkungan selalu menggunakan simbol L.

Jadi tidak ada unsur kesengajaan berkampanye atau mendukung paslon lain,” jelas Marwan, Kamis (7/2/2019) usai diperiksa oleh Bawaslu Babel.

Marwan juga menjelaskan bahwa poses 2 jari yang membentuk huruf L itu dilakukan saat kegiatan penanaman pohon.

Hadir juga dalam acara itu, kepala OPD lainnya, serta Forkopimda di Babel.

Lanjut Marwan, dalam acara itu juga hampir seluruh tamu-tamu yang hadir juga menggunakan simbol 2 jari membentuk huruf L. Simbol yang sering digunakan itu merupakan simbol lestari.

“Kalau kita menggunakan simbol L itu untuk mendukung paslon lain saya siap dipecat. Karena kegiatan itu penanaman pohon dan simbol lestari sudah lama kita gunakan,” kata Marwan.

Sementara Yani, yang hadir ke Bawaslu Babel, kepada wartawan tidak ingin memberikan komentarnya.

Dia hadir hanya untuk memenuhi panggilan Bawaslu untuk mengklarifikasi terkait laporan foto pose dua jari. (Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved