Pangkalpinang Waspada Demam Berdarah, Wali Kota Imbau Terapkan PSN 3MPlus

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat jumlah pasien demam berdarah meningkat dari tahun 2016 hingga 2018.

Pangkalpinang Waspada Demam Berdarah, Wali Kota Imbau Terapkan PSN 3MPlus
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mengadakan sosialisasi penyakit demam berdarah di Kelurahan Pasir Putih Kota Pangkalpinang, Kamis (7/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Musim penghujan, masyarakat mesti waspada terhadap ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pada Januari 2019 ada 31 kasus demam berdarah terjadi di Kota Pangkalpinang.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang mencatat jumlah pasien demam berdarah meningkat dari 51 kasus pada tahun 2016, 2017 menjadi 52 kasus dan meningkat drastis tahun 2018 sebanyak 162 kasus demam berdarah di Kota Pangkalpinang.

"Saat ini perkembangan demam berdarah sudah memasuki tahap waspada untuk kota Pangkalpinang," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Baston kepada Bangkapos.com seusai memberikan sosialisasi demam berdarah di Kantor Kelurahan Pasir Putih, Kamis (7/2/2019).

Baston mengimbau masyarakat berhati-hati karena nyamuk Aedes aegypti biasa menggigit pada pagi hari pukul  08.00 - 10.00 dan sore pukul 15.00-17.00. Perkembangan nyamuk Aedes aegypti semakin meningkat karena faktor cuaca.

"Faktor perubahan cuaca yang saat ini sedang terjadi membuat perkembangan nyamuk Aedes aegypti mengalami peningkatan," kata Baston.

Dalam sosialisasi diungkapkan gejala demam berdarah disebabkan nyamuk Aedes aegypti yaitu panas, sakit kepala, mual/muntah, bintik-bintik merah di kulit dan mimisan.

Data kasus DBD di Kota Pangkalpinang Januari 2019.
Data kasus DBD di Kota Pangkalpinang Januari 2019. (Cupture Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Wali Kota Pangkalpinang mengeluarkan edaran dalam menanggulangi penyakit demam berdarah di wilayah Kota Pangkalpinang.

Masyarakat diminta menggalakkan program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di dalam dan di luar rumah dengan cara 3 M Plus.

Berikut Kegiatan 3 M Plus:

1. Menguras dan menyikat bak mandi
2. Menutup rapat penampungan air
3. Memanfaatkan kembal barang yang bernilai ekonimis

Kegiatan Plus meliputi :

1. Memakai obat anti nyamuk
2. Memelihara ikan pemakan jentik
3. Penggunaan larvasida
4. Menggunakan kelambu
5. Baju lengan panjang dan celana panjang
6. Menanam tanaman pengusir nyamuk
7. Tidak menggantung pakaian di luar lemari
8. Menjaga ruangan tidak gelap dan lembab

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/R4)

Subscribe Canel Youtube Bangka Pos:

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved