Miliarder Jepang Ini Pekerjakan Banyak Wanita Thailand Untuk Dijadikan 'Pabrik Bayi', Ini Alasannya

Pengacara Shigeta mengatakan kliennya ingin memiliki belasan anak karena dia menginginkan keluarga besar dan berharap mereka bisa

Miliarder Jepang Ini Pekerjakan Banyak Wanita Thailand Untuk Dijadikan 'Pabrik Bayi', Ini Alasannya
malaysiandigest
Mitsutoki Shigeta 

BANGKAPOS.COM--Mitsutoki Shigeta, seorang putra miliarder terkenal di Jepang yang masih berusia 29 tahun.

Pada tahun 2015 lalu Shigeta dilaporkan akibat mempekerjakan banyak wanita Thailand untuk melahirkan anak-anaknya.

Dalam persidangan di Thailand melalui konferensi video pada hari Selasa (06/01/2018) Shigeta bersaksi untuk meminta hak asuh atas anak-anaknya.

Menurut pengacaranya putusan untuk hak asuhnya akan dikeluarkan pada 20 Februari nanti, kasus ini mendapat perhatian luas di Thailand dan dikenal sebagai kasus 'Pabrik Bayi'.

Dalam persidangan ditampilkan foto-foto yang diyakini anak dari Shigeta
ABC
Dalam persidangan ditampilkan foto-foto yang diyakini anak dari Shigeta

Anak-anak tersebut kini dirawat di bawah pengawasan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand hingga putusan final pengadilan.

Tidak jelas berapa banyak anak yang ada, beberapa laporan mengatakan lusinan.

Polisi Thailand mengatakan tes DNA telah mengkonfirmasi bahwa dia adalah ayah paling sedikit dari 15 anak.

Pengacara Shigeta mengatakan kliennya ingin memiliki belasan anak karena dia menginginkan keluarga besar dan berharap mereka bisa mewarisi kekayaan keluarganya.

Salah satu ibu pengganti yang melahirkan anak Shigeta
BBC
Salah satu ibu pengganti yang melahirkan anak Shigeta
Anak dari salah satu pemilik perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang ini juga diyakini telah memiliki lebih banyak anak di negara lain di mana undang-undang tentang surrogacy tidak ketat.

Pada tahun 2014, muncul laporan ia juga telah melakukan perjalanan ke India dan Ukraina untuk memiliki anak.

Pejabat Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Thailand bergiliran bersaksi di pengadilan pada sidang itu.

Halaman
12
Editor: tidakada016
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved