Sekda Babel Sebut Hoax Kebiadaban Baru yang Harus Diperangi Insan Pers

Hoax itu kebiadaban baru, jurnalis dan media punya peran memerangi ini, jangan sampai terlibat atau memproduksi. Media punya peran

Sekda Babel Sebut Hoax Kebiadaban Baru yang Harus Diperangi Insan Pers
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sekda Babel, Yan Megawandi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tantangan media dan instan pers saat ini tidak hanya soal kecepatan informasi melainkan juga mengambil peran untuk melawan hoax yang semakin bertebaran di dunia maya.

Momentum Hari Pers juga menjadi ujian dan cerminan media untuk mengevaluasi dan menguji keprofesionalan media dalam menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi.

Derasnya pertukaran arus informasi yang menyajikan fakta, tak jarang membuat publik mempertanyakan akurasi ditengah terpaan banyaknya hoax yang diproduksi bak sebuah karya Jurnalistik.

"Hoax itu kebiadaban baru,  jurnalis dan media punya peran memerangi ini, jangan sampai terlibat atau memproduksi. Media punya peran mencegah hoax, dan tugas beratnya supaya orang semakin menghargai berita, karena kadang banyak orang berpikir berita yang betul itu bahkan dianggap hoax," kata Sekda Babel, Yan Megawandi saat ditanyai tentang momentum Hari Pers yang jatuh pada 9 Februari besok.

Yank sempat beberapa tahun menjajal profesi sebagai jurnalis di Sriwijaya Pos menceritakan hanya jurnalis yang memiliki panggung untuk memberitakan dan menjadikan informasi itu berharkat. Media yang menaungi insan pers juga memiliki peran yang sama.

Baginya, profesi jurnalis hampir serupa dengan akademisi, dalam satu sisi harus bijak melihat berbagai persoalan, memiliki beban pertanggungjawaban ke publik, dan memberikan kemaslahatan bagi banyak orang.

"Jurnalis itu mirip-mirip akademisi di satu sisi bijak mempertanggungjawabkan keilmuannya, juga ada beban pertanggungjawaban kepada publik, dan keilmuan itu  memberikan kemaslahatan bagi orang," katanya.

Baginya, ada banyak perubahan dalam pola kerja media dan instan pers, jika dahulu informasi sampai yang ke publik merupakan sesuatu yang telah terjadi, namun saat ini bahkan orang bisa langsung merasakan bagian dari peristiwa.

"Sekarang semua serba cepat dan instan hal yang kita bayangkan, kemampuan wartawan diatas rata-rata dalm arti kecepatan, kemahiran menggunakan tools, dan semua informasi tersedia hanya dengan hp dan satu kali klik dan ini bisa menambah banyak sudut pandang wartawan dalam menyajikan informasi," katanya.

Teringat betul, masa-masanya menjadi wartawan puluhan tahun silam dirinya tersenyum saat mengenang harus sering mendatangi perpustakaan mencari referensi untuk bahan tulisan agar informasi yang disajikan ke publik betul-betul kaya dari berbagai sudut pandang.

Halaman
123
Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved