Cegah Pernikahan Dini, DP2KBP3A Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah-Sekolah

Angka pernikahan dini di Kabupaten Bangka cukup tinggi, dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menempati urutan

Cegah Pernikahan Dini, DP2KBP3A Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah-Sekolah
ist/dinkominfotik kabupaten bangka
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka saat mengadakan Sosialisasi Pengendalian Penduduk serta Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Jumat (8/2/2019) di SMAN 2 Saing Kecamatan Puding Besar. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Angka pernikahan dini di Kabupaten Bangka cukup tinggi, dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menempati urutan nomor empat.

Untuk itulah, Pemkab Bangka melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka menggandeng BKKBN Provinsi Bangka Belitung mengadakan Sosialisasi Pengendalian Penduduk serta Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Jumat (8/2/2019) di SMAN 2 Saing Kecamatan Puding Besar.

Sosialisasi tersebut akan dilakukan pada tiap SLTA pada tiap Kecamatan di Bangka dengan tujuan memberi edukasi para siswa terkait pemahaman tentang resiko perkawinan usia dini

dan pentingnya upaya-upaya untuk mencegah pernikahan usia dini sehingga dengan harapan dapat menekan angka pernikahan usia muda di Kabupaten Bangka.

"Fokus penanganannya melalui sosialisasi ini kita memberikan kepada para siswa di sekolah-sekolah terkait pemahaman tentang resiko perkawinan usia dini

dan pentingnya upaya-upaya untuk mencegah pernikahan usia dini terjadi, sehingga angka pernikahan usia muda di Bangka dapat teratasi," jelas Sekretaris Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bangka, Boy Yandra,  melalui rilis yamg dikirimkan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bangka, Minggu (10/2/2019) kepada bangkapos.com.

Diakuinya, melahirkan di usia muda sangat berbahaya yang berdampak terhadap resiko kematian ibu dan bayinya sangat tinggi.

"Ini salah satu hal yang mesti disosialisasikan kepada para remaja," kata Boy Yandra.

Untuk itu melalui sosialisasi tersebut  para pelajar memiliki bekal ilmu tentang resiko yang dihadapi dan bagaimana kiat -kiat yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pernikahan usia dini.

"Para siswa sangat penting untuk diberi pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawaninan (PUP).

Ini dilakukan agar para siswa itu memiliki gambaran tentang resiko yang dihadapi dan bagaimana kiat -kiat yang bisa dilakukan agar tidak terjebak dalam pernikahan usia dini ini," ungkap Boy.

Dengan demikian diharapkan adanya peningkatan kualitas dan pengarahan mobilitas penduduk agar mampu menjadi sumber daya yang tangguh bagi pembangunan dan ketahanan nasional. (BANGKAPOS/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved