Kadisbudpar Babel Beberkan 9 Permasalahan Pariwisata di Babel

Pada tahun 2019 ini akan menampilkan 115 event pariwisata dan budaya yang tersebar di tujuh

Kadisbudpar Babel Beberkan 9 Permasalahan Pariwisata di Babel
Bangka Pos/Krisyanidayati
Focus Group Discussion (FGD) pengembangan pariwisata bersama stakeholder terkait di Rumah Panggung BBG, Rabu (13/2). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Dinas  Kebudayaan dan  Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan pengembangan pariwisata di Negeri Serumpun Sebalai dalam Focus Group Discussion (FGD) pengembangan pariwisata bersama stakeholder terkait di Rumah Panggung BBG, Rabu (13/2).

Rifai memaparkan untuk destinasi pariwisata di Babel ada daya tarik wisata alam sebanyak 258 buah, daya tarik wisata budaya 47 buaj, daya tarik wisata buatan sebanyak 23 buah. 

"Pada tahun 2019 ini akan menampilkan 115  event pariwisata dan budaya yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Babel," kata Rivai. 

Saat ini, Rivai menyebutkan perkembangan pariwisata terus bertambah baik dari sisi transportasi dalam hal ini penerbangan, industri pariwisata seperti hotel.

Data tahun 2017 menunjukkan ada 166 hotel di Babel dengan junlah kamar 4.878 kamar.

"Rata-rata lama menginap di Babel selama tahun 2017 wisatawan domestik selama 1,79 hari sedangkan untuk mancanegara selama 3,10 hari," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama dirinya juga menyampaikan isu strategis dan kendala dalam pengembangan kepariwisataan Babel yakni akses dimana akses menuju destinasi wisata dan daya tarik wisata di Babel belum maksimal menunjang kebutuhan wisata.  

Selain itu, dari sisi amenitas belum banyak tersedia untuk wisatawan dan distribusinya belum merata.

Atraksi juga menjadi menjadi kendala lantaran belum banyak variasinya dan masih banyak yang dikelola aksidental.

Begitu juga dengan alokasi keruangan pariwisata uanh masih berhadapan denhan alokasi keruangan yang kurang mendukung. 

"Pemberdayaan dan sadar wisata, sarana dan prasarana umum kepariwisataan belum optimal baik transportasi umum, petunjuk jalam ke destinasi, fasilitas umum," katanya. 

Lebih lanjut disampaikannya, jumlah tenaga kerja di sektor pariwisata masih banyak yang belum tersertifikasi, minimnya produk ekonomi kreatif yang mempunyai keunikan lokal dan rumusan kebijakan teknis untuk pemasaran pariwisata secara terpadu belum disusun secara komprehensif di tingkat provinsi. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved