Rusia Akan Uji Coba Pemutusan Koneksi Internet Sebagai Langkah Antisipasi Cyberwar

Pemerintah Rusia akan segera melakukan uji coba pemutusan koneksi internet di negara tersebut. Hal

Rusia Akan Uji Coba Pemutusan Koneksi Internet Sebagai Langkah Antisipasi Cyberwar
ISTIMEWA
Yandex, situs paling populer di Rusia 

BANGKAPOS.COM - Saat periode uji coba tersebut, semua ISP (Internet Service Provider) di Rusia akan mengalihkan lalu-lintas data ke internet exchange point yang dikontrol Roskomnadzor, institusi pemerintah Rusia yang mengatur soal telekomunikasi.

Sejak tahun 2017, Pemerintah Rusia memang serius melihat isu “kemandirian” internet ini. German Klimenko, salah satu penasehat terdekat Vladimir Putin, menyebut kontrol jaringan internet berada di AS dan sekutunya.

Bagi Rusia, yang notabene memiliki hubungan kurang harmonis dengan AS, hal ini menimbulkan risiko tersendiri. Jika ketegangan antara AS-Rusia memuncak, Rusia harus menanggung resiko terganggunya seluruh kegiatan pemerintahan dan bisnis. Putin pun pernah menyebut internet sebagai “CIA Project”.

Pemerintahan Rusia mematok target, pada tahun 2020, 95% koneksi internet di Rusia akan terjadi di dalam Rusia. Mereka juga sudah memiliki DNS (Domain Name System, sistem penunjuk arah jaringan internet) lokal yang tetap berfungsi jika sewaktu-waktu DNS global terputus.

Akan tetapi, rencana bukannya tanpa kritik. Pihak ISP mengeluh, menata ulang rute jaringan ke satu titik lokal membutuhkan investasi yang tak sedikit.
Situs berita Rusia RBC  menyebut, biaya yang dibutuhkan ISP bisa mencapai 134 miliar Rubble atau sekitar Rp.28,7 triliun. Belum lagi tuntutan dari Roskomnadzor yang meminta ISP untuk menampilkan traffic routing secara real-time; satu hal yang secara teknologi tidak mungkin.

Terlepas dari kontroversi itu, industri internet di Rusia sebenarnya memang berpusat di lokal.

Untuk search engine, mereka memiliki Yandex yang merupakan situs paling populer di Rusia (Google hanya urutan ke 8). Sedangkan untuk media sosial, Rusia memiliki VK.com (Instagram berada di urutan 9, sementara Facebook di urutan 12).

Artinya jika suatu hari internet ke Rusia terputus, kehidupan berinternet mereka sebenarnya tidak banyak terganggu.

SUMBER : https://infokomputer.grid.id/read/121635780/antisipasi-cyberwar-rusia-akan-uji-coba-pemutusan-koneksi-internet

 

Editor: ediyusmanto
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved