Waspada Modus Penipuan Baru: Ojek Online Fiktif, Bisa Raup Puluhan Juta Rupiah Tanpa Bekerja

Semakin canggih teknologi, para penipu pintar juga mengincar celah untuk meraup keuntungan. Kini ada penipuan baru bernama ojek online fiktif.

Waspada Modus Penipuan Baru: Ojek Online Fiktif, Bisa Raup Puluhan Juta Rupiah Tanpa Bekerja
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Empat tersangka ojek online fiktif dan puluhan ponsel pintar yang digunakan untuk beraksi 

bangkapos.com - Semakin canggih teknologi, para penipu pintar juga mengincar celah untuk meraup keuntungan. Kini ada penipuan baru bernama ojek online fiktif.

Empat pria yang masih muda diciduk polisi, Selasa (12/2/2019), karena terlibat penipuan ojek online fiktif.

Para tersangka ojek online fiktif yang berusia antara 20-30 tahun itu dapat meraup uang puluhan juta rupiah dalam sehari tanpa bekerja sama sekali.

Masing-masing tersangka berinisial RP (30), CA (20), RW (24), dan KA (21).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Rabu, mengatakan, para tersangka menggunakan perangkat lunak pada ponsel mereka untuk melakukan penipuan dengan modus order fiktif.

Para tersangka ditangkap di sebuah rumah di Jelambar, Jakarta Barat, setelah melakukan penipuan ini sejak November 2018.

Bagaimana modus penipuan ojek online fiktif ini?

”Awalnya mereka mendaftar sebagai pengemudi Go-Jek, lalu membeli perangkat lunak (software) dari seseorang yang masih buron. Dengan software itu, mereka seolah-olah mengantar penumpang. Padahal, mereka hanya di rumah,” kata Argo.

Dia mengatakan, dalam satu hari, satu tersangka bisa melakukan 24 kali pesanan fiktif.

Padahal, satu tersangka dapat memiliki antara 15 dan 30 akun Go-Jek.

Halaman
1234
Editor: ediyusmanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved