Breaking News:

Disambangi Komunitas Literasi, Molen: Ngurus Buku Harus Punya Passion, Istri Pejabat Nggak Cocok

Komunitas Literasi merupakan sekumpulan orang-orang yang menaruh minat dan bakat dalam bidang membaca dan menulis.

Penulis: Alza MH (day) | Editor: khamelia
IST/Komunitas Literasi
Komunitas Literasi bersama Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil atau Molen di ruang kerja wali kota, Kamis (14/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - "Waktu saya di Sumsel, malah saya minta jadi kepala dinas perpustakaan. Padahal itu jabatan tidak favorit, anggarannya sedikit. Tapi saya malah minta dua kali," ungkap Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil saat membuka pertemuan dengan Komunitas Literasi di ruang kerja Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, masih ada yang menganggap bidang perpustakaan, buku dan literasi tidak penting sehingga kurang mendapat perhatian.

Padahal Molen sapaan khas Maulan mengakui, berkat dirinya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel bisa bertugas ke luar negeri.

"Saya bisa ke Prancis, Belgia dan negara Eropa lainnya karena ngurus perpustakaan, buku-buku inilah. Tapi kita memang harus ada passion (gairah) bidang literasi. Makanya tidak cocok kalau mengurus literasi itu istri wali kota, istri gubernur kalau tidak ada passion di bidang itu," ujarnya.

Untuk itu, Molen menyambut baik jika Komunitas Literasi membuat gebrakan yang visioner dengan membawa merek atau branding Kota Pangkalpinang.

Dia berjanji akan memfasilitasi tempat untuk Komunitas Literasi berkreasi, dengan catatan mampu membuat Kota Pangkalpinang sebagai kota literasi yang menyenangkan.

"Sekarang branding Kota Pangkalpinang sudah mulai naik, ayo kita bersinergi. Kalau kita berhasil membuat banyak orang mau membaca buku, itu baru hebat," kata Molen.

Sementara, Ketua Komunitas Literasi Feryandi Komeng menyambut baik tantangan sekaligus masukan dari wali kota.

Dia bersama anggota akan membuat rencana kegiatan sesuai arahan wali kota, yang menginginkan Komunitas Literasi masuk dalam branding Kota Pangkalpinang.

"Kami akan mencari tempat nyaman, yang cocok untuk meletakkan buku, memajang koleksi karya kawan-kawan. Jadi kita bisa menuangkan ide di sana," kata Komeng didampingi Ketua Antarlembaga Komunitas Literasi Alza Munzi bersama pengurus lainnya.

Komunitas Literasi merupakan sekumpulan orang-orang yang menaruh minat dan bakat dalam bidang membaca dan menulis.

Beragam profesi yang tergabung dalam komunitas ini, ada guru, wartawan, PNS, polisi, wiraswasta, dan dosen.

(Bangkapos/Alza Munzi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved