Pemprov Babel Segera Tindaklanjuti Rekomendasi BPKP

Kita pelajari dulu apa rekomendasi BPKP, karena mereka menginginkan kita makin efektif, akuntabel

Pemprov Babel Segera Tindaklanjuti Rekomendasi BPKP
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sekda Babel, Yan Megawandi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi mengatakan, pemprov Babel akan segera menindaklanjuti rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam Laporan Hasil pengawasan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2018.

Yan, menyebutkan pihaknya masih harus mempelajari terlebih dahulu rekomendasi yang disampaikan BPKP.

"Kita pelajari dulu apa rekomendasi BPKP, karena mereka menginginkan kita makin efektif, akuntabel dan transparan jadi semua rekomendadi BPKP pasti bagus, kalau tidak kita laksanakan akan menjadi masalah," katanya, Jumat (15/2/2019)

Disinggung soal pengendalian internal yang harus menjadi perhatian, Yan menyebutkan pihaknya memang telah berupaya untuk meningkatkan kapasitas SPIP.

"Pengendalian internal, kita janji pada 19 september akan meningkatkan kapasitas SPIP kita menjadi level 3 semua OPD, sekarang belum secara total komitmen 19 sepetember sudah," katanya.

Disinggung, soal belum koherennya antara visi misi dengan kegiatan yang dilakukan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ia mengatakan pemprov Babel sedang serius menangani hal ini.

"Ini nanti yang nantinya pak gub dan pak wagub hari senin akan mengumpulkan kepala OPD, OPD mulai menyiapkan perencanaan 2020 nanti di cek nyambung tidak kegiatan dengan visi dan misi dan arah kebijakan pak Gubernur, kalau enggak nyambung dikhawatirkan mengerjakan segala sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan cita-cita," katanya.

"Kita akan melakukan kajian supaya rupiah yang kita belanjakan lebih efektif dan efisien dan mengintervensi masalah yang ada, jangan sampai uang habis masalah enggak selesai," tegasnya.

Diberitakan Sebelumnya, Kepala BPKP Babel, Faisal mengatakan ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah penguatan internal.

"Penguatan sistem internal kontrol yang harus diperkuat, selain lebih efektif bisa menecegah tindak pidana korupsi," katanya.

"Kita merekomendasikan untuk mendorong penguatan internal, karena tujuan penguatan internal efektivitas kegiatan. Ini akselerasi belum kenceng artinya keterkaitan antara sasaran, program, kegiatan belum sepenuhnya sinkron, Sakip nya masih B," sebutnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menilai masih belum sinkronnya program prioritas dengan dengan kegiatan yang dilakukan di tingkat OPD.

"Sakip B begitu merefleksikan, ada cas cading antara sasaran, tujuan, dan program itu harus inline, ketika mau mengurangi kemiskinan, ini ada di bidang apa, kemudian kegiatan apa, ukurannya harus dibangun. Kita targetkan sistem pengendalian yang efektif agar keterpaduan anatra sasaran, program dan kegiatan," pesannya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved