Sempat Kejar-kejaran, Dua Pengamen Diciduk Satpol PP Kabupaten Bangka

Menurutnya, di Kabupaten Bangka dilarang pengamen dan pengemis. Hal ini berdasarkan Perda Nomor

Sempat Kejar-kejaran, Dua Pengamen Diciduk Satpol PP Kabupaten Bangka
Bangka Pos/Fery Laskari
Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Bangka, Achmad Suherman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Dua remaja pengamen asal Kota Pangkalpinang DS (19) dan Zu (15) diciduk Tim Satpol PP Kabupaten Bangka yang dipimpin Karu Dwi Mahyudi, Jumat (15/2/2019) saat mengamen di Simpang Lampu Merah Pelabuhan Sungailiat.

Ketika asyik mengamen di simpang lampu merah kedua remaja dan satu rekannya langsung kabur ketika diburu petugas satpol pp.

Aksi kejar-kejaran antara para pengamen dan petugas satpol pp ini berlangsung seru.

Namun petugas satpol pp hanya berhasil menangkap dua pemuda tanggung tersebut, sedangkan satu rekannya berhasil kabur dan meloloskan diri.

"Laporan warga bahwa di Simpang Lampu Merah Pelabuhan Sungailiat ada pengamen. Anggota langsung melakukan penertiban.

Ada tiga orang tapi yang tertangkap dua orang dan satu  orang melarikan diri," ungkap Kasatpol PP Kabupaten Bangka M  Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Achmad Suherman saat dikonfirmasi bangkapos.com.

Dia menilai, keberadaan para pengamen tersebut mengganggu kenyamaan  lalulintas dan  membahayakan para pengguna jalan

Kedua pengamen ini berhasil diamankan dari hasil mengamen mereka sebanyak Rp 119.100.

Menurutnya, di Kabupaten Bangka dilarang pengamen dan pengemis.  Hal ini berdasarkan Perda Nomor 6 Tahun 2005 tentang ketertiban umum.

Bagi yang melanggar perda tersebut dikenakan sanksi denda sebesar Rp 1,5 juta atau kurungan enam bulan.

"Mereka ini ganggu ketertiban umum karena meminta uang di Simpang Lampu Merah. Mereka kita beri peringatan dan kita kembalikan ke orang tua mereka," kata Suherman.

Dia menyayangkan karena para pengamen tersebut di usia produktif yang harusnya bersekolah. 

"Padahal di Kabupaten Bangka ada program pendidikan kesetaraan paket A, B dan C gratis.   Jadi mereka ini bisa ikut pendidikan non formal  di sekolah seperti di SKB Bangka," saran Suherman. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved