Pemprov Babel Bakal Buka Seleksi TPHD, Ini Syarat-syaratnya

Seleksi untuk TPHD terbuka untuk umum, setelah mendapatkan informasi dari kemenag, pihaknya akan

Pemprov Babel Bakal Buka Seleksi TPHD, Ini Syarat-syaratnya
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asyraf Suryadhin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam waktu dekat akan melaksanakan tes Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) untuk membimbing jemaah haji asal Babel.

Kepala Biro Kesra Setda Babel, Asyraf Suryadhin mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi kouta TPHD untuk Babel tahun ini.

Asyraf berharap, pada bulan Maret tes sudah dilaksanakan tes.

"Kita masih menunggu kouta dari kemenag Babel, berapa banyak untuk TPHD.

Setelah kita tahu kuotanya, kita akan laksanakan tes, kemungkinan Maret tes nya, lebih cepat lebih baik. Kaau sudah dapat informasi Kemenag, akan kita umumkan," kata Asyraf akhir bulan lalu.

Seleksi untuk TPHD terbuka untuk umum, setelah mendapatkan informasi dari kemenag, pihaknya akan langsung mengumumkan dan mengundang organisasi keagamaan, dan dinas kesehatan di kabupaten/kota terkait seleski TPHD.

"Tes ini terbuka untuk umum, tahun lalu kouta TPHD kita enam orang, tapi tahun ini kita masih menunggu dari kemenag, tapi biasanya enggak jauh beda karena kita hanya 2 kloter setengah. Nanti kita umumkan, kalau sudah ada informasi dari kemenag," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga telah menganggarkan untuk keberangkatan TPHD, pasalnya ini dibayai melalui APBD.

"Kemungkinan berkisar 6-7 orang, sudah kita anggarkan. Tahun lalu sekitar Rp 64 juta tapi tahun ini kita belum tau karena belum ada informasi dari kemenag, mudah-mudahan sesuai dengan yang kita anggarkan," katanya.

Ia menjelaskan untuk TPHD ini ada tiga katagori TPHD, yakni pendamping ibadah, tenaga medis dan administrasi umum.

Masing-masing katagori ini memiliki persyaratan berbeda.

Adapun syarat untyk menjadi TPHD sehat jasmani dan rohani, untuk pendamping ibadah harus sudah pernah pergi haji.

Sedangkan pendamping kesehatan biasanya dari kalangan medis perawat atau dokter. Untuk pendamping umum bisa dari masyarakat umum untu membantu administrasi.

"Biasanya kita alokasikan masing-masing katagori dua orang, kalau jemaah agak rentan disisi kesehatan kita utamakan dokter. Kalau sudah pernah pergi haji tapi dan bisa membimbing jemaah ada nilai plus," katanya.

Disinggung soal tes apa saja yang akan dilakukan, ia menyebutkan diantaranya tes tertulis, membaca Alquran, psikotes, wawancara dan kemampuan memahami tentang ibadah haji. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved