Angka Perceraian di Kota Pangkalpiang Alami Peningkatan, Ini Penyebabnya

Pengaduan yang sering di ajukan yakni cerai gugat (cerai yang diajukan oleh istri) dan cerai talak

Angka Perceraian di Kota Pangkalpiang Alami Peningkatan, Ini Penyebabnya
Bangkapos/Yuranda
Ketua Pengadilan Agama Pangkalpinang Muhammad Takdir 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angka perceraian di wilayah Kota Pangkalpinang mengalami peningkatan dalam kurung waktu dua tahun ini.

Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang mencatat pada tahun 2017 ada 464 kasus, sedangkan ditahun 2018 ada 496 kasus perceraian.

Sedangkan pada tahun 2019 terhitung dari bulan Januari – Febuari terdapat ada 101 kasus.

Ketua Pengadilan Agama Muhammad Takdir saat ditemui Bangka Pos di ruang kerjanya mengatakan, untuk kurun waktu dua tahun ini Ada dua kategori perceraian.

Pengaduan yang sering di ajukan yakni cerai gugat (cerai yang diajukan oleh istri)  dan cerai talak (cerai yang diajukan oleh suami).

Pada tahun 2017 cerai talaq ada 107 kasus dan cerai gugat 350 kasus, sedangkan tahun 2018 cerai talaq 124 kasus dan cerai gugat ada 372 kasus.

Terlihat dari data Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang, pada tahun 2018.

Ada berberapa kecamatan di Pangkalpinang yang tinggi dengan angka perceraian yaitu.

Rangkui cerai gugat 86 sedangkan cerai talak 24, Gerunggang cerai gugat 84 dan cerai talak 30, Bukit Intan cerai gugat 64 dan cerai talak 20, Gabek cerai gugat 31 sedangkan cerai talak 15, Girimaya cerai gugat 20 dan cerai talak 2, Pangkalbalam cerai gugat 60 sedangkan cerai talak 16, dan Tamansari cerai gugat 27 sedangkan cerai talak 17 .

Sedangkan di tahun 2019 yang tercatat dari bulan Januari dan Febuari ada 101 kasus.

Halaman
123
Penulis: Maggang (mg)
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved