Buka Pelatihan Koperasi dan UMKM Angkatan Pertama, Erzaldi Minta Pelaku Manfaatkan Teknologi 

Pelatihan ini akan diikuti 1.440 orang pelaku UMKM dan Koperasi yang terbagi dalam 48 angkatan, dan akan berlangsung hingga Bulan Juli nanti.

Buka Pelatihan Koperasi dan UMKM Angkatan Pertama, Erzaldi Minta Pelaku Manfaatkan Teknologi 
bangkapos/Krisyanidayati
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membuka Pelatihan Koperasi dan UMKM Dana Alokasi Khusus Non fisik dan APBD Provinsi Babel, di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Babel, Senin (18/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membuka Pelatihan Koperasi dan UMKM Dana Alokasi Khusus Non fisik dan APBD Provinsi Babel, di Gedung Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Babel, Senin (18/2/2019).

Pembukaan pelatihan angkatan pertama tahun ini, juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Penelitian dsn pengakajian Kementerian Koperasi dan UMKM, Christina Agustina.

Diketahui, pelatihan ini akan diikuti 1.440 orang pelaku UMKM dan Koperasi yang terbagi dalam 48 angkatan, dan akan berlangsung hingga Bulan Juli nanti. 

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman meminta para peserta untuk mengikuti pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama pelatihan.

"Pelatihan ini penting, kita mendorong kemampuan bapak ibu untuk mengambil  peluang yang ada, peluang di babel ini banyak sekali. Satu hal yang menghalangi ada sikap masyrakat yang harus kita ubah sikap 'dak kawa nyusah' kalau dak dipaksa dak mau," kata Erzadi dalam sambutannya.

Ia mendorong, pelaku koperasi dan UMKM di Babel untuk lebih kreatif dan inovatif, dan memanfaatkan teknologi.

"Harus terdorong untuk berusaha menjadi kreatif dan cerdas, kita di Babel, begitu kaya daerah sehingga kita malas. Harus ada jiwa, jangan hanya datang kesini karena dapat uang transportasi, mending pulang. Kalau saya enggak kasih uang transportasi, ilmunya ini yang penting," pesannya.

Disebutkannya, tantangan kedepan bagi pelaku koperasi dan UMKM ialah digitalisasi, dengan era industri 4.0

"Kalau enggak paham 4.0 nek berapa modalpun abis kelelep. Jangan harap mau maju jalau enggak punya android, kita akan link UMKM dan bisa membantu produk kita jual sama-sama hanya modal android," katanya.

Dirinya meminta, para pelaku Koperasi dan UMKM Babel, memaksimalkan teknologi dan juga tetap harus dibina.

"Saya ingin penggunaan teknologi dimaksimalkan, ini untuk efisiensi. Kalian harus menjadi anggota yang terbina, jangan lepas komunikasi, kami akan tuntun. Promosi sebesar apapun pariwsata, ketika orang dak mau beli apa, itu kegagalan," katanya.

Asisten Deputi Bidang Penelitian dsn pengakajian Kementerian Koperasi dan UMKM, Christina Agustina mengatakan Babel, menjadi daerah prioritas dalam beberapa program seperti koperasi dan UMKM.

"Babel ini destinasi favorit untuk program karena jarak dekat, alamnya indah, temen-temen di balaikop koperasi ini komunikatif dan reaktif, ini lengkap dan  anugrah untuk Babel," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved