Erzaldi Beberkan Penghasilannya Jadi Peternak Sapi Untuk Motivasi Pelaku UMKM dan Koperasi

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membeberkan penghasilan sebagai peternak sapi kepada puluhan pengurus

Erzaldi Beberkan Penghasilannya Jadi Peternak Sapi Untuk Motivasi Pelaku UMKM dan Koperasi
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman membeberkan penghasilan sebagai peternak sapi kepada puluhan pengurus koperasi dan pelaku UMKM Babel saat menghadiri kegiatan pelatihan Koperasi dan UMKM Babel, di Gedung BKPSDM Babel, Senin (18/2/2019). 

Erzaldi menyebutkan, saat ini masih banyak orang yang mengagungkan profesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), padahal secara finansial lebih menjanjikan sebagai petani maupun peternak

Dalam kesempatan itu, dirinya mengajak para pelaku UMKM dan koperasi untuk memupuk jiwa entrepreneurship.

"Disini banyak orangtua, jangan hanya bangga kalau punya menantu PNS. Harus bangga punya menantu agroprenreneur, siang boleh jadi petani,

waktu pemasaran jadi agroprenreneur, promosi dan pemasaran pakai aplikasi, ada produk olahannya. Kalau PNS yang mau ngelamar anak bapak ibu lihat dulu, paling punya investasi rumah dan menyekolahkan anak," kata Erzaldi.

Ia mencontohkan, pejabat eselon II di Lingkungan Pemprov Babel hanya mengantongi uang sekitar Rp 28 juta per bulan.

Berbeda dengan pengusaha yang bisa menghasilkan jauh lebih dari itu. 

Erzaldi membeberkan, selain menjadi Gubernur dirinya juga berprofesi sebagai petani dan peternak

"Saya punya kebun sawit, kebun karet, sapi saya ada 24 ekor. Kalau sapi ya bukan ambil dagingnya, tapi untuk dibuat kompos. 1 kg kompos Rp 2.500," katanya

"Satu ekor sapi kotorannya setiap hari 25 kg,  kalau 1 ekor sapi saja kita hitung 20 kg saja dikali jumlah sapi saya, itu sekitar 500 kg, 500 kg dikali Rp 2000. 1 hari Rp 1 juta, satu bulan Rp 30 juta, besar mana sama gaji PNS," tanyanya pada peserta pelatihan. 

Oleh karena itu, dirinya juga meminta agar pelaku usaha di Babel harus kreatif dan inovatif.

Tidak hanya terfokus pada pada usaha tertentu saja, namun harus memanfaatkan peluang. 

"Kita harus menjadi orang yang optimis, janga hanya dalam tempurung tapi harus diluar itu, melangkah itu hal biasa tapi lari akan luar biasa, dan jangan terlalu banyak perencanaan," pesannya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved