Target PAD Retribusi Perikanan Meningkat Hingga Rp 157 juta Pertahun

Ia mengatakan adanya kendala yang mereka alami, yakni masalah kejernihan air, karena adanya aktivitas tambang timah

Target PAD Retribusi Perikanan Meningkat Hingga Rp 157 juta Pertahun
Bangkapos/Riki
Siswa SMKN 1 Tukak Sadai dan SMKN 4 Pangkalpinang melaksanakan prakter kerja lapangan di Kantor UPTD Perikanan Budidaya Bateng, Dinas Perikanan, pada Senin (18/2/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--UPT Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan Bangka Tengah memiliki target Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) retribusi hasil perikanan penjualan benih ikan sebesar Rp 157 juta pertahun.

Kepala UPT Hermanto, mengatakan bahwa target PAD itu meningkat dari target sebelumnya, yang hanya Rp 63 juta, dari hasil penjualan benih ikan.

"Selain menjual kita juga memberikan bantuan ke masyarakat, lalu ada penebaran di sungai atau kolong, 

Untuk hasil penjualan masuk ke PAD dari retribusi perikanan hasil perikanan, penjualan benih ikan,"ujar Hermanto kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Ia mengatakan adanya kendala yang mereka alami, yakni masalah kejernihan air, karena adanya aktivitas tambang timah ilegal di aliran sungai yang menyambung langsung ke kolam budidaya membuat air keruh.

"Masalah saat ini masih di air, kemudian masah indukan yang mesti ada pergantian setiap tahun, mempersiapkan indukan ikan, namun yang paling utama.

Kualitas air harus terjamin, karena , karena ada aktifitas penambang ilegal, menyebabkan susah kami prediksi, rencana target tercapai, namun air keruh sehingga ikan banyak stres, dan menghambat pertumbuhan,"jelasnya

Ia menambahkan akibat keruhnya air, membuat banyak benih ikan mati, yang seharusnya satu kolam berisikan 40 , menjadi 10 ribu ikan saja dalam satu kolamnya, karena banyak mati karena air tercemar limbah tambang.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved