Pemilih di Bateng Berkurang Dari 122.130 Menjadi 122.046 Jiwa, Ini Penjelasan KPUD Bateng

Untuk DPTb tahap pertama ini terjadi pengurangan sebanyak 84 pemilih, Jadi banyak warga

Pemilih di Bateng Berkurang Dari 122.130 Menjadi 122.046 Jiwa, Ini Penjelasan KPUD Bateng
Tribunnews/JEPRIMA
ILUSTRASI - Petugas KPU saat menunjukkan contoh surat suara pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Pemilu 2019 akan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Hal itu karena pemilihan legislatif digelar serentak dengan pemilihan presiden. Maka itu pemilih akan menentang lima kertas suara termasuk mencoblos anggota DPR, DPRD, hingga presiden dan wakil presiden. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--KPUD Kabupaten Bangka Tengah telah melakukan rapat pleno penentuan daftar pemilih tambahan tahap pertama.

Dimana daftar pemilih semula yang telah ditetapkan secara Nasional pada 15 Desember 2018, berjumlah 122.130 jiwa berkurang menjadi 122.046 jiwa dalam daftar tambahan.

Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Bangka Tengah, M Panjitiana, mengatakan data yang di tetapkan secara Nasional, 15 Desember 2018, untuk Bangka Tengah 122.130, setelah tahapan DPTb tahap pertama menjadi 122.046 jiwa.

"Untuk DPTb tahap pertama ini terjadi pengurangan sebanyak 84 pemilih,
Jadi banyak warga Bangka Tengah yang memilih keluar Bangka Tengah.

Namun KPU Bateng akan tetap melaksanakan tahapan atau menerima pemilih yang mau pindah memilih pada DPTb tahap ke 2 sampai tanggal 3 Maret 2019,"ujar Panji kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).


Ia menambahkan, bahwa pemilih yang mau pindah memilih karna alasan tertentu bisa melapor ke PPS Desa Kelurahan atau langsung datang ke KPU Kabupaten Bangka Tengah.


"Karena DPTb adalah daftar pemilih tambahan, yang telah terdaftar dalam DPT dan di TPS tempat ia memilih,

tetapi karena keadaan tertentu atau kondisi tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya memilih di TPS yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain,"jelasnya

Selain itu, sambungnya dalam PKPU nomer 37 tahun 2018 pasal  36 ayat (3) keadaan tertentu dan kondisi tertentu meliputi.

Menjalankan tugas pada saat pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas, dan keluarga yang mendampingi.

"Termasuk penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi, menjalani rehabilitasi narkoba,

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved