77 Desa dan Kelurahan di Babel Alami Stunting

Adapun sebaran data stunting yakni di Pangkalpinang 7 kelurahan, Bangka Tengah 8 desa, Bangka 9 desa, Bangka Barat

77 Desa dan Kelurahan di Babel Alami Stunting
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 70 desa dan tujuh keluarahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menghadapi persoalan stunting.

Adapun sebaran data stunting yakni di Pangkalpinang 7 kelurahan, Bangka Tengah 8 desa, Bangka 9 desa, Bangka Barat 25 desa, Bangka Selatan 9 desa, Belitung Timur 4 desa dan Belitung 15 desa.

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah membeberkan berdasarkan data Elektonik Pencatatan Dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang per 13 Februari jumlah masyarakat stunting di Babel cukup tinggi dan paling banyak di Bangka Barat.

"Data ini masih bisa berubah, karena ini masih dalam proses pengolahan. Semuanya ada 77 itu berdasarkan E-PPGBM. Berapa banyak orangnya ini yang masih kita olah, tapi kita tau sebarannya, karena akan ada by name by addres," sebut Fatah, Rabu (20/2/2019).

Ia menyebutkan, penanganan stunting ini tidak hanya dilakukan pemerintah provinsi saja, melainkan harus semua pihak baik pemerintah kabupaten maupun desa dan dilakukan secara tematik sehingga bisa maksimal.

"Kita berupaya untuk menangani stunting ini. Pertama yang kita lakukan itu sumber data stuntingnya karena ini penting untuk menentukan langkah intervensinya, ini harus secara bersama dan tematik," katanya.

Dijelaskannya, dalam menyelesaikan persoalan stunting harus dilihat dalam dua sisi. Pertama, penanganan bagi masyarakat yang telah terkena stunting. Kedua, upaya pencegahan agar tidak terjadi stunting.

"Kalau dia yang sudah stunting yang harus diperhatikan adalah dari sisi kesehatan dan asupan gizinya, perkembangannya, ini perhatian semua pihak," jelasnya.

Sedangkan, untuk upaya pencegahan stunting dilakukan sejak masih masa remaja, menurutnya ini merupakan peran dari berbagai pihak untuk memberikan edukasi.

"Jadi dari masih remaja mereka sudah harus diedukasi, misalnya ketika mau menikah mereka harus merencanakan, kemudian saat hamil asupan gizi dan kebutuhan lainny, sampai bayinya lahir dan tumbuh kembangnya. Ini yang harus kita jagai terus," ujarnya.

Menurutnya, penanganan stunting sangat perlu dilakukan, pasalnya ini juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia kedepannya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved