DLH Akan Data Perusahaan Penghasil Limbah B3 di Pangkalpinang

Pengelolaan Limbah B3 wajib bagi seluruh usaha atau kegiatan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32

DLH Akan Data Perusahaan Penghasil Limbah B3 di Pangkalpinang
Ist
Kepala Seksi Limbah B3 DLH Pangkalpinang Faisal 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkalpinang akan melakukan pendataan terhadap perusahaan penghasil limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada tahun ini.

Tahun ini, pendataan akan dilakukan kepada perusahaan-perusahaan di dua kecamatan dengan 15 kelurahan di Pangkpinang pada April mendatang.

Kepala Seksi Limbah B3 DLH Pangkalpinang Faisal mengatakan, pendataan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan Kota Pangkalpinang bersih dari limbah B3.

"maka perlu dilakukan pengurangan bahan atau zat pencemar ke media lingkungan. Salah satu bahan pencemar yang sangat merusak lingkungan adalah limbah B3 yang merupakan sisa dari suatu usaha atau kegiatan yang mengandung B3," ujar Faisal kepada wartawan, Selasa (19/2/2019) kemarin.

Faisal mengatakan, pendataan dilakukan untuk mengetahui potensi limbahpotensi limbah B3 yang timbul baik dari asal sumber, jenis, karakter maupun jumlahnya. Data itu nantinya akan dijadikan bahan perencanaan pengelolaan limbah B3 ke depan.

Saat ini, dia bilang, baru ada 15 usaha atau kegiatan yang memiliki izin pengelolaan limbah B3, lalu ada dua dua jenis usaha lainnya yang izinnya masih dalam proses.

"Usaha-usaha ini bergerak di bidang peleburan timah, pelayanan kesehatan, reparasi kendaran bermotor, industri perkapalan dan pengolahan kelapa sawit atau CPO," ucap dia.

Pengelolaan Limbah B3 wajib bagi seluruh usaha atau kegiatan sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah B3. Faisal berharap pendataaan yang akan dilakukan nantinya dapat membuat perusahaan semakin sadar pentingnya izin pengelolaan limbah B3 ini.

"Dan ini juga bagian dari upaya kami dalam mewujudkan visi misi Walikota Pangkalpinang menjadi Kota Beribu Senyuman, karena kalau kota dipenuhi limbah dan sampah, maka tidak akan bisa jadi Kota Beribu Senyuman," kata Faisal. (BANGKAPOS.COM / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved