Hari Ini Sidang Perdana Kasus Zirkon Bakal Digelar

Awalnya adanya giat penggerebekan oleh tim Subdit Tipiter terhadap pabrik sekaligus gudang mineral ikutan tambang

Hari Ini Sidang Perdana Kasus Zirkon Bakal Digelar
BANGKAPOS/Ryan
Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar 

BANGKAPOS.COM -- Perkara kasus tindak pidana umum (pidum) dugaan pelanggaran perijinan pengolahan mineral ikutan tambang yang melibatkan Hon Apriyanto alias Anthoni dikabarkan, Rabu (20/2/2019) siang ini berkas dakwaannya bakal digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.

Kabar rencana sidang tersebut dibenarkan pula oleh Humas PN Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (20/2/2019) pagi.

"Iya hari ini ada agenda sidang perkara mineral tambang. Ini sidang perdana," kata Hotma dalam pesan singkatnya (What Apps/WA) yang diterima, Rabu (20/2/2019) pagi.

Namun Hotma justru tak dapat memastikan mengenai jam sidang perkara mineral tambang tersebut mulai digelar di PN setempat.

"Biasanya perkara pidana umum (Pidum -- red) yang ditahan diperiksa siang hari pak, yang perkara minerba itu tahanan rumah, mungkin sidangnya bisa pagi atau siang, tapi coba dikonfirmasi ke pihak kejaksaan mengenai kedatangan pihak kejaksaan di pengadilan untuk pemeriksaan," terangnya.

Sementara Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Roy Arland dikonfirmasi soal perkara mineral tambang tersebut justru mengatakan jika perkara pidum itu saat ini ditangani oleh jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejati Babel.

"Jaksa Penuntut Umum (JPU -- red) dari Kejati Babel yakni ibu Hidayati," kata Roy dalam pesan singkatnya (WA), Rabu (20/2/2019) siang.

Sebagaimana dalam berita sebelumnya disebutkan terkait perkara pidum ini awalnya adanya giat penggerebekan oleh tim Subdit Tipiter, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrumsus) Polda Bangka Belitung (Babel), Rabu (12/9/2018) sekitar pukul 14.00 WIB terhadap pabrik sekaligus gudang mineral ikutan tambang milik PT Indorec Sejahtera, berlokasi di jalan SLA, Dusun III Batu Rusa Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Sementara di lokasi pabrik tersebut oleh tim Ditreskrimsus Polda Babel ditemukan barang bukti sekitar 100 ton zirkon, sekitar 1000 ton elminite dan sekitar 9 ton monazite.

Namun dalam perkara ini, Anthoni justru tak dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian, kejaksaan maupun pihak PN Pangkalpinang. Meski begitu proses hukum terhadap bos zirkon ini saat ini tetap berlanjut di PN Pangkalpinang.

(BANGKA POS/Ryan A Prakasa)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved