BangkaPosiana

Kisah Kortobi, 14 tahun Menjadi Tukang Sol Sepatu, Berawal dari Perbaiki Sepatu Sendiri

Bapak dengan dua anak ini bekerja dari pukul 08.00 - 04.00 wib, hasil tukang sol sepatu ia dapat mencukupi

Kisah Kortobi, 14 tahun Menjadi Tukang Sol Sepatu, Berawal dari Perbaiki Sepatu Sendiri
Bangkapos/Yuranda?
Kortobi sedang bekerja jalan R. E. Martadinata Ramayana Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kortobi (48) sudah lebih dari 14 tahun melakoni profesi sebagai tukang sol sepatu untuk menghidupkan keluarganya.

Lapak kecil di depan salah satu ruko di jalan R. E. Martadinata tepatnya di depan pasar swalayan Ramayana Kota Pangkalpinang , merupakan tempat melayani pemilik sepatu yang ingin menggunakan jasanya.

Keterampilan dalam menjait sepatu ini di dapatkannya, berawal dari sepatu yang dimilikinya itu lepas dari telapaknya.

Dengan rasa penasaran yang tinggi dan ingin memperbaiki sepatunya sendiri ia mencoba menjait sepatu dengan peralatan seadanya saja.

Dari hasil coba - coba sekarang sudah menjadi mata pencariannya.

Pahit dan manis pengalaman yang dikecuapnya sudah tidak terhitung lagi,
Satu di antaranya adalah pengguna jasa yang minta untuk di perbaiki sepatunya itu tetapi tidak mengambil sepatu yang telah selsai dikerjakannya.

"salah satu orang yang minta sepatu untuk diperbaiki sepatunya, tapi pas sepatunya sudah jadi tidak diambil sama yang punya. Jadi ditinggal begitu saja, saya juga bingung mau di apain" kata kortobi, Rabu (20/02).

Kebingungannya kian bertambah karena ongkos perbaikan sepatu yang ditinggalkan pemiliknya tidak seberapa, hanya berkisaran Rp 20 ribu untuk satu pasang.

Pria kelahiran Pelipur kota Pangkalpinang ini menilai pemilik sepatu yang tidak meninggalkan barangnya tanpa membayar itu sebagai orang yang egois.

"orang sekarang ini kebanyak egois ya, memang ongkosnya tidak seberapa. Tapi saya ikhlas saja la" tambahnya.

Bapak dengan dua anak ini bekerja dari pukul 08.00 - 04.00 wib, hasil tukang sol sepatu ia dapat mencukupi kebutuhan keluargan dan menyekolakan kedua anaknya.

Pendapatan yang ia dapati dari hasil sol sepatu tidak menentu kadang kalau lagi sepi ia hanya bisa mendapatkan Rp 30 ribu.

"pendapat tidak menentu kadang saya Rp 30 ribu kalau sedang sepi, kalau ramai Rp 150 ribu" kata pria 48 tahun ini.

Ia pun menjelaskan rata-rata penghasilan yang di dapati dalam satu hari Rp 150 ribu - Rp 200 ribu, dari hasil itu sol sepatu ia bisa menyekolakan anaknya dan mencukup kebutuhan  sehari-harinya.
(Bangkapos/Yuranda)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved