Debat Capres 2019

Terbaru, Inilah Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres

Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres, UPDATE SURVEI TERBARU Rabu 20 Februari 2019

Terbaru, Inilah Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres
Kompas.com/ Garry Lotulung
Calon Presiden 2019 Jokowi vs Calon Presiden 2019 Prabowo Subianto 

Selain daerah yang menjadi benteng kemenangan terkuat dari Prabowo maupun Jokowi, hasil Pemilu 2014 lalu juga menggambarkan wilayah-wilayah yang menjadi battle ground bagi kedua sosok tersebut. Setidaknya, terdapat 13 daerah pemilihan yang menjadi potret persaingan terketat.

Pada seluruh wilayah tersebut, selisih kemenangan ataupun kekalahan sangat tipis, di bawah selisih total kemenangan ataupun kekalahan mereka secara nasional (di bawah 6,3 persen).

Persaingan paling ketat ada di daerah pemilihan DKI II, yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat (termasuk suara dari pemilih yang bermukim di luar negeri). Jokowi unggul, meraih 50,2 persen dan kemenangan tersebut terpaut sangat tipis, 0,3 persen saja.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa para buruh usai menghadiri peringatan HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/1/2019).
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa para buruh usai menghadiri peringatan HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/1/2019). (FAJAR RAMADHAN UNTUK KOMPAS)

Selain DKI II, daerah pemilihan Riau II dan Aceh I juga berselisih sangat tipis, 0,5 persen. Di Riau II, yang meliputi Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pelalawan tersebut Prabowo meraih 49,7 persen.

Begitu juga di Aceh II yang meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe dan Langsa.

Kemenangan tipis Prabowo terjadi di Riau I. Pada daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kepulauan Meranti, hingga Kota Pekanbaru dan Dumai, Prabowo meraih 50,4 persen terpaut 0,8 persen suara saja dari Jokowi.

Elite Demokrat Protes KPU soal Jokowi Singgung Tanah Prabowo, Jenderal Luhut Maju Lalu Ini Terjadi

Pasangan Peserta Pemilu Presiden 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla saling berpamitan di saksikan ketua KPU usai menyampaikan visi dan misinya saat Debat Capres-Cawapres yang pertama di Jakarta, Senin (9/6/2014) malam. Debat pertama tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Yang Bersih dan Kepastian Hukum, di hadiri undangan dan pendukung kedua kubu.
Pasangan Peserta Pemilu Presiden 2014 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla saling berpamitan di saksikan ketua KPU usai menyampaikan visi dan misinya saat Debat Capres-Cawapres yang pertama di Jakarta, Senin (9/6/2014) malam. Debat pertama tema Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Yang Bersih dan Kepastian Hukum, di hadiri undangan dan pendukung kedua kubu. (KOMPAS/ALIF ICHWAN)

Selain keempat daerah di atas, perbedaan sangat tipis juga terjadi di Jawa Timur III (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo) dan di Maluku. Pada kedua daerah tersebut, selisih suara yang dimenangi Jokowi tidak lebih dari 1 persen saja.

Pada daerah pemilihan Jambi, Lampung I, Sumatera Utara II, Jawa Tengah VIII, Jawa Timur X, Jawa Timur V, dan Jawa Timur IX persaingan juga tergolong ketat. Akan tetapi, selisih suara yang diraih kedua sosok terpaut relatif lebih besar, namun masih di bawah 6 persen. (Grafik 3).

m

Dengan konfigurasi persaingan ketat di 13 daerah pemilihan, menjadi menarik diketahui apakah pola persaingan yang sama akan terjadi pada Pemilu 2019 mendatang? Siapa sosok calon presiden yang berhasil menjadi pemenang di wilayah tersebut?

Jika dicermati pada setiap wilayah, terdapat beragam alasan yang membentuk sedemikian ketatnya pola persaingan. Dengan mengambil contoh pada wilayah kemenangan terbesar Jokowi-Kalla ataupun Prabowo-Hatta, misalnya, unsur-unsur emosional pemilih seperti tempat kelahiran ataupun asal usul tokoh, turut berperan.

Sisi lain yang menarik dicermati, unsur-unsur kekuatan partai politik di setiap daerah juga turut berperan, kendati tidak berlaku menyeluruh. Kajian terhadap seluruh hasil Pemilu Legislatif 2014 menunjukkan, kemenangan PDIP di berbagai daerah pemilihan pada banyak kasus juga selaras dengan kemenangan Jokowi dalam Pemilu Presiden 2014.

Hotman Paris Blak-blakan Bingung Ketemu Buaya Betina yang Ngaku Lajang saat Jauh dari Suami

Calon presiden Joko Widodo dan calon presiden Prabowo Subianto, disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah), berjabat tangan untuk mengawali debat kedua calon presiden pada Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Calon presiden Joko Widodo dan calon presiden Prabowo Subianto, disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah), berjabat tangan untuk mengawali debat kedua calon presiden pada Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Minggu (17/2/2019). (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)

Pada Pemilu 2019 kali ini, tidak hanya kedua pertimbangan di atas, namun posisi Jokowi sebagai presiden dalam kurun empat tahun terakhir diperkirakan menjadi faktor yang turut berperan. Begitu pula, penyelenggaraan Pilkada serentak yang mengukuhkan aktor-aktor politik baru dinilai turut membentuk konfigurasi baru di setiap daerah.

Dengan beragam faktor yang diperkirakan mewarnai persaingan Pemilu Presiden 2019 mendatang, tampaknya masih tampak samar menentukan siapa yang mampu menguasai 13 wilayah persaingan terketat.

Masih tampak samar menentukan siapa yang mampu menguasai 13 wilayah persaingan terketat.
Mengambil contoh di wilayah DKI II, misalnya. Dari sisi pemerintahan, Jokowi pernah menjadi gubernur DKI yang dipilih langsung oleh warga DKI, termasuk di Dapil ini. Begitu pula dari sisi kekuatan partai politik. Bercermin pada hasil Pemilu 2014 lalu, PDI P unggul di DKI II. Sebanyak 26,7 persen suara berhasil diraih.

Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat (kanan ke kiri) Gita Wirjawan, Anies Baswedan, dan Dahlan Iskan saat mengikuti forum diskusi Indonesia Baru di Studio Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013). Ketiga tokoh tersebut masuk dalam 15 tokoh pilihan Litbang Kompas yang berpeluang menjadi calon presiden pada Pemilu 2014.
Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat (kanan ke kiri) Gita Wirjawan, Anies Baswedan, dan Dahlan Iskan saat mengikuti forum diskusi Indonesia Baru di Studio Kompas TV, Jakarta, Rabu (30/10/2013). Ketiga tokoh tersebut masuk dalam 15 tokoh pilihan Litbang Kompas yang berpeluang menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. (KOMPAS)

Namun, hasil Pilkada DKI 2017 diperkirakan turut mengubah konfigurasi dukungan. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul, sebesar 62,1 persen di Jakarta Selatan dan 57,7 persen di Jakarta Pusat. Para pendukung Sandiaga, yang kini menjadi calon wakil presiden, diperkirakan memberikan kontribusi bagi Prabowo di DKI II. Oleh karena itu, jika sebelumnya persaingan Jokowi menguasai DKI II dengan selisih 0,3 persen saja, maka kali ini masih sangat terbuka beralih penguasaan.

Kondisi persaingan yang sulit terprediksikan siapa yang berhasil menjadi pemenang juga terjadi di Provinsi Riau. Pemilu 2014 lalu, daerah pemilihan Riau I berhasil dikuasai Prabowo dan sebaliknya Riau II dikuasai Jokowidengan selisih di bawah 1 persen.

Nhon Ly, Body Builder yang Sering Disebut Jin Kura-kura Versi Dunia Nyata, Intip Potrenya di Sini

Pada kedua daerah tersebut, Golkar dan PDI P, dua partai yang kini menjadi pendukung Jokowi, berhasil menguasai Riau. Golkar di Dapil Riau II menjadi pemenang, menguasai hingga 26,7 persen. PDI P menjadi pemenang di Dapil Riau I menguasai 16,1 persen, mengambil alih penguasaan Golkar. Akan tetapi, kehadiran Sandiaga Uno, yang dilahirkan di Rumbai, Pekanbaru Riau, menjadi daya tarik emosional masyarakat di sana dalam memilih putra kelahiran Riau.

Jika ditelisik, pada setiap daerah pemilihan lainnya juga memiliki faktor pendukung yang membuat setiap sosok memiliki besaran peluang yang sama kuat dalam menguasai wilayah pertarungan ketat. Dalam hal ini, faktor-faktor identitas sosial, latar belakang politik, personalitas, hingga kinerja sosok calon presiden saling berkelindan, menuntun para pemilih dalam menentukan pilihannya.

Siapa pun yang berhasil menguasai battleground ini, layak menjadi pemenang paripurna. (BESTIAN NAINGGOLAN/LITBANG KOMPAS)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres, UPDATE SURVEI TERBARU Rabu 20 Februari 2019

Video Berani Seorang Wanita, Masukkan Tangan ke Mulut Hiu untuk Ambil Kail, Alasannya Hanya ini

Twitter Bakal Punya Fitur Baru Semacam Snapchat dan Instagram Stories

Lirik Lagu Nadya Fatira - Tanpa Huruf R yang Terinspirasi dari Diri Sendiri

Video Aksi Pengendara Motor Lakukan Freestyle Kecup Pacar Jadi Viral, Si Wanita Malah Dikecup ini

Jokowi Bantah Pakai Alat Bantu Earpiece saat Debat Capres, TKN Tantang Buka CCTV di Lokasi

Editor: asmadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved