Debat Capres 2019

UPDATE SURVEI TERBARU Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres

Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres, UPDATE SURVEI TERBARU Rabu 20 Februari 2019

UPDATE SURVEI TERBARU Elektabilitas Jokowi vs Prabowo Usai Debat Ke-2 Capres
Kompas.com/ Garry Lotulung
Pasangan calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. 

Di 13 Wilayah ini, Jokowi dan Prabowo Bersaing Ketat

Dari seluruh wilayah pemilihan, pertarungan paling sengit antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam memperebutkan suara pemilih bakal terjadi di 13 daerah. Pasalnya, pada Pemilu Presiden 2014 lalu, selisih suara keduanya di daerah tersebut sangat tipis. Dalam Pemilu 2019 mendatang, siapa yang potensial unggul?

Ketika Pemilu Presiden 2014 berlangsung, pasangan Jokowi-Kalla mampu menjadi pemenang, berhasil mengumpulkan 70.997.85 suara pemilih, atau 53,15 persen dari total pemilih.

Prabowo yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa berhasil meraih 62.576.444 suara (46,85 persen). Selisih perbedaan kedua pasangan tersebut tidak berjarak jauh, hanya terpaut 6,3 persen. Artinya, peta penguasaan suara pemilih berlangsung sangat kompetitif.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Calon Presiden nomor 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto saling berjabat tangan saat mengawali debat kedua calon presiden Pemilu 2019 di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Meskipun Jokowi unggul, namun tidak diperoleh dengan mudah. Hasil kajian sebelumnya mengungkapkan, pangkal kemenangan Jokowi antara lain karena ia berhasil memenangkan wilayah dengan para pemilih yang tergolong antusias. Kemenangan yang disokong faktor antusiasme pemilih semacam ini terjadi baik di daerah dengan jumlah pemilih besar maupun yang kurang besar (Lihat “Penyebab Kemenangan Jokowi dan Kekalahan Prabowo”).

Pangkal kemenangan Jokowi antara lain karena ia berhasil memenangkan wilayah dengan para pemilih yang tergolong antusias.

Sekalipun terkalahkan oleh faktor derajat antusiasme, tidak berarti kekuatan fanatisme dukungan Prabowo lemah. Bercermin pada hasil Pemilu 2014 lalu, terdapat berbagai wilayah pemilihan yang dimenangkan Prabowo dengan proporsi penguasaan yang sangat tinggi (Grafik 1).

Keunggulan Prabowo terbesar di Provinsi Sumatera Barat. Pada daerah pemilihan Sumatera Barat II, misalnya, yang meliputi Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, mencapai hingga 79,4 persen. Hasil tersebut berselisih hingga 58,8 persen dengan Jokowi.

Selain Sumatera Barat, Prabowo terbukti mampu mengalahkan Jokowi di 10 provinsi, atau jika daerah pemilihan pada pemilu legislatif digunakan, hingga sebanyak 26 daerah pemilihan. Menariknya, separuh dari daerah pemilihan yang ia kuasai (13 daerah) tergolong unggul mutlak dengan selisih penguasaan minimal di atas 20 persen dari Jokowi.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved