VIDEO : Kedubes Jerman Tegaskan Proyek Penghijauan Bukan Intervensi Penambangan Timah

Diakuinya, ada kendala saat awal mereka melaksanakan proyek pengelolaan lahan kritis tersebut mengapa institusi Jerman mau terlibat dalam proyek ini.

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Svann Langgguth menegaskan, bahwa kerjasama yang dilakukan Pemerintah Jerman melalui Bundesanstalt für Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) dengan Pemerintah Indonesia mengelola lahan kritis bekas penambangan di Kabupaten Bangka bukan untuk intervensi mengenai penambangan timah.

Kerjasama ini dilakukan semata-mata karena kepedulian Pemerintah Jerman terhadap penambangan timah karena produk timah yang digunakan oleh Jerman berasal dari Indonesia.

"Terima kasih menerima saya bersama teman-teman dari Jerman disini untuk melakukan proyek ini. Tidak semua bisa karena SDM-nya harus siap, institusinya juga harus siap.

Saya disini sebagai perwakilan kedutaan Jerman dari bagian teknologi dan riset untuk mendukung kegiatan BGR dari mereka mulai proyek itu sampai sekarang," ungkap Svann Langgguth pada acara serah terima pekerjaan pertukaran kerjasama percontohan BGR dan Pemerintah Indonesia, Rabu (20/2/2019) di kritis bekas penambangan timah di Air Kundur Bukit Layang Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka.

Diakuinya, ada kendala saat awal mereka melaksanakan proyek pengelolaan lahan kritis tersebut mengapa institusi Jerman mau terlibat dalam proyek ini.

Disampaikannya, bahwa proyek pengelolaan lahan kritis bekas penambangan timah di Kabupaten Bangka ini dari pajak masyarakat Jerman.

"Keringat orang Jerman, buruh orang Jerman. Mereka bayar pajak dipakai untuk reklamasi tanah penambangan timah di Indonesia. Mengapa ya? Karena orang Jerman orang baik saja, pasti tidak.

Orang Jerman seperti orang biasa ada yang baik dan ada yang tidak. Apakah mau ambil pasir timah? sebenarnya tidak. Proyek ini benar-benar murni mau mencoba reklamasi memperbaiki kerusakan yang ada karena penambang timah," jelas Svann Langgguth.

Diakuinya, Jerman mengimpor timah sebagian besar dari Indonesia. Memang untuk tanggung jawab lahan kritis bekas penambangan timah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia tetapi Pemerintah dan Perusahaan Jerman yang membeli produk timah asal Indonesia juga punya tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan lingkungan akibat penambangan timah.

"Mereka tidak bisa bilang kami tidak peduli karena orang Jerman yang beli produk tuntut kepada perusahaan bahwa timah dibeli dari proses yang berkelanjutan.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved