Makanan Enak dan Masyarakatnya Ramah, Inge Peserta AIESEC Terkesan Tinggal di Bangka
Para peserta AIESEC ini dijamu dengan berbagai makanan khas Bangka yakni bakwan dan jemput cempedak.
Penulis: nurhayati | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Rasa kemplang dan kerupuk, makanan khas Bangka yang gurih, renyah dan sedikit asin dengan cita rasa berbahan ikan atau hasil laut lainnya ini tidak hanya disukai masyarakat Bangka tetapi juga warga negara asing.
Inge Aarts (22) mahasiswi dari Negara Belanda, peserta yang tergabung dalam Association International des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) menyukai kemplang dan kerupuk.
"Saya suka makanan di sini (Bangka-red), seperti kemplang, kerupuk. Saya belum pernah merasakan rasa seperti itu sebelumnya," ungkap Inge melalui rilis yang dikirim Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Bangka saat berkunjung ke kantor tersebut, Kamis (21/2/2019).
Selain kemplang dan kerupuk, ia juga suka sate makanan dari daging ayam atau daging sapi yang ditusuk dengan lidi lalu dibakar dan dicocol kuah kacang ini yang terasa nikmat.
Dia terkesan selama mengikuti kegiatan AIESEC di Kabupaten Bangka.
Menurutnya masyarakat di Kabupaten Bangka ramah. Mereka sering diundang ke rumah warga dan disajikan berbagai makanan.
Namun diakuinya kendala bahasa terkadang membuatnya sulit berkomunikasi tetapi ada temam-teman yang membantu menerjemahkan dalam Bahasa Inggris.
"Orang-orang di sini sangat bersahabat. Mereka selalu mengundang kami, misalnya untuk makan di rumah mereka. Mereka sangat ramah, kalau bertemu kami, mereka biasanya mengajak ngobrol," kata Inge.
Namun diakuinya cuaca di Kabupaten Bangka panas tetapi dia menyukai sinar matahari. Ia juga sangat senang menikmati keindahan pantai-pantai yang ada di Sungailiat seperti Pantai Rebo, Matras,Rambak dan lainnya.
Inge datang bersama delapan rekannya Selsabil Chebouba dari Negara Aljazair, Mariana Pyrkolou dari Negara Yunani, Karine Le Constant dari Negara Perancis, Kajol Patel dari Negara New Zealand, Lakhsay Dalla dari Negara India, Ahmed Mahmoud dari Negara Mesir, Joaquim Vandellos dari Negara Spanyol, serta Leonardo Tevoniuk dari Negara Brazil, adapun Max Jonathan teman satu Negara Inge dari Negara Belanda, tidak hadir pada kegiatan tersebut karena sedang sakit.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Bangka yang diwakili Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Suryani menyambut baik kedatangan rombongan mahasiswa AIESEC tersebut di kantornya.
"Kami menyambut baik kedatangan mereka di kantor kami ini. Para mahasiswa AIESEC ini, basecamp nya di Kantor Desa Rebo, namun dikarenakan ada kegiatan di desa tersebut, para mahasiswa ini, pada hari ini berada di kantor kami," ungkap Suryani.
Para peserta AIESEC ini dijamu dengan berbagai makanan khas Bangka yakni bakwan dan jemput cempedak.
Para mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC berada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka hingga tanggal 8 maret 2019 nanti.
(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/inge-peserta-aiesec-saat-berkunjung-ke-kantor-dinas-komunikasi.jpg)