Warga Sungailiat Temukan Ambergis Ikan Paus Bernilai Puluhan Juta Bikin Geger Forum di Facebook

Pemilik akun facebook bernama Shella membuat geger forum ‘Jual Beli Bangka Online’ karena menemukan Ambergis Ikan Paus bernilai puluhan juta rupiah

Warga Sungailiat Temukan Ambergis Ikan Paus Bernilai Puluhan Juta Bikin Geger Forum di Facebook
facebook/groups/1617936661770634/?fref=nf
Ambergis Ikan Paus

Bikin Geger Forum FB, Ambergis Ikan Paus yang Ditemukan Warga Sungailiat Bernilai Puluhan Juta

BANGKAPOS.COM – Istilah mendapatkan rejeki nomplok tampaknya pantas menggambarkan Pemilik akun facebook bernama Shella yang membuat geger anggota grup forum ‘Jual Beli Bangka Online’.

Keberuntungan yang menyelimutinya itu dimulai dari penemuannya terhadap benda asing di laut.

Alih-alih penasaran, ia pun melontarkan pertanyaan kepada forum dengan menyertai foto segumpalan benda berwarna putih seperti karet dibalut kantung plastik hitam.

“Kire2 ape nih ok sepradek bantu up ok,” tulis Shella yang menaruh lokasinya di Sungailiat

Pertanyaan yang dilontarkan Shella ternyata mendapat respon hampir 100 komentar dari anggota forum.

Mereka mencurigai benda tersebut adalah Ambergis atau muntahan ikan paus yang langkah dan bernilai sangat tinggi bisa mencapai 20 juta sampai ratusan juta rupiah perkilogram.

Muntahan ikan paus yang mempunyai harga fantastis ini banyak sekali dicari oleh produsen parfum ternama.

Lantaran ambergis mampu menghasilkan wewangian yang dapat bertahan sangat lama. Parfum yang dihasilkan pun menjadi langganan para selebriti dunia.

Namun lambat laun industri parfum tak lagi menggunakan ambergris, karena dilarang oleh IFRA (International Fragrance Association).
Ambergris juga pernah digunakan oleh bangsa Arab dan China sebagai parfum atau dibakar sebagai dupa.

Ambergris juga digunakan untuk pengobatan, sebagai obat herbal dan sebagai afrodisiak obat penyakit termasuk otak, jantung, dan indra.

Halaman
123
Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved