Danrem 045 Gaya Terapkan Jam Komandan Pada Prajurit dan PNS Makorem

Kasrem Letkol Inf Uchi Cambayong untuk memberikan pengarahan atau Jam Komandan kepada prajurit dan PNS Makorem Jumat 22/02 di lapangan apel Makorem.

Danrem 045 Gaya Terapkan Jam Komandan Pada Prajurit dan PNS Makorem
BANGKA POS/Ryan Augusta Prakasa
Dokumen Penrem 045 Gaya 

BANGKAPOS.COM  - Danrem 045/Garuda Jaya (Gaya), Kolonel Inf Dadang Arif Abdurahman memerintahkan Kasrem Letkol Inf Uchi Cambayong untuk memberikan pengarahan atau Jam Komandan kepada prajurit dan PNS Makorem Jumat 22/02 di lapangan apel Makorem.

Demikan keterangan pers yang disampaikan Danrem 045 Gaya, Kolonel Inf Dadang Arif Abdurahman yang disampaikan, Jumat (22/2/2019) sore.

Dalam keterangannya, ada lima poin inti dalam Jam Komandan tersebut yang dihadiri oleh 109 orang prajurit dan PNS termasuk Perwira yang bertugas di Makorem.

"Masalah pelanggaran menjadi poin pertama yang menjadi perhatian," kata Danrem

Menurutnya masih ada prajurit yang melakukan pelanggaran pada hal perintah sudah jelas dan sering disampaikan melalui ST supaya prajurit menghindari atau tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun baik itu pelanggaran hukum, lalulintas dan lainnya.

Bahkan Danrem mengaku jika dirinya sudah pernah mengeluarkan ST terbaru mengenai larangan keluar Kesatrian ataupun keluar rumah diatas jam 22.00 WIB.

"Kecuali ada hal-hal khusus sesuai dengan perintah," tegasnya.

Hal kedua adalah dikatakanya yakni masalah THTI ( Tidak hadir tanpa ijin).

"Masalah ini pada umumnya disebabkan oleh keuangan keluarga yang tidak bisa mengatur penghasilannya sesuai dengan kebutuhan, selain itu penghasilan yang diterima tidak digunakan untuk hal positif dalam keluarga bahkan ada yang masih mencoba menggunakan untuk membeli barang yang terlarang," katanya.

Selanjutnya, poin ketiga adalah penggunaan media sosial agar berhati-hati dalam menggunakan media tersebut. Gunakan saja seperlunya apakah untuk pergaulan, pengetahuan dan kebutuhan lainnya. Pesan Danrem.

Selain itu masalah netralitas TNI, perintah ini ditegaskanya lagi justru sudah final, tidak boleh ditawar-tawar lagi, prajurit sudah sering diberitahu melalui pengarahan, tulisan spanduk bahkan dengan saku mengenai pedoman dan keterlibatan TNI dalam pemilu.

"Pimpinan berharap kita semua netral," tegasnya lagi.

Bahkan Danrem mengharapkan agar prajurit dan PNS beserta keluarga untuk menjaga dan menjalin silaturahmi serta menjaga kekompakan, membina kebersamaan sesama anggota dan kalau ada permasalahan sampaikan, mungkin bisa diselesaikan secara bersama-sama.

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved