Pekan Depan Kanwil Kemenag Babel Mulai Seleksi TPHI, TPIH dan TKHD

Kalau TPIH, TPIH, dan petugas non kloter. Babel tahun ini ada 10 koutanya. Tes seleksi tingkat kabupaten mulai

Pekan Depan Kanwil Kemenag Babel Mulai Seleksi TPHI, TPIH dan TKHD
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung, Muhammad Ridwan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pekan depan akan melaksanakan tes seleksi Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHD) untuk Babel tahun 2019.

Kepala Kanwil Kemenag Babel, M. Ridwan mengatakan tes tertulis di tingkat kabupaten/kota akan mulai pada Senin (25/2/2019) mendatang.

Provinsi Babel mendapatkan kouta sebanyak 10 orang yang nantinya akan terbagi dalam tiga kloter untuk membantu melayani jemaah haji asal Babel.

"Kalau TPIH, TPIH, dan petugas non kloter. Babel tahun ini ada 10 koutanya. Tes seleksi tingkat kabupaten mulai senin ini, ada 121 orang yang sudah mendaftar dari 7 kabupaten/kota," kata Ridwan, Jum'at (22/2/2019).

Ridwan menjelaskan, nantinya akan ada beberapa tahapan seleksi yakni seleksi tingkat kabupaten, setelah itu dua yang terbaik dari masing-masing kabupaten akan di tes kembali di tingkat provinsi menggunakan sistem CAT,

setelah itu tes wawancara dan hasilnya akan dikirim ke kementerian agama untuk memutuskan peserta yang lulus.

Untuk TPIH dan TPHI diperuntukkan bagi yang berasal dari kanwil kemenag, TPHI nantinya akan bertugas menjadi ketua kloter membimbing para jemaah sedangkan untuk TPIH merupakan pendamping ibadah yang disyaratkan telah pernah menunaikan ibadah haji. Untuk TKHD merupakan perawat atau dokter.

"Satu kloter itu nanti didampingi, TPHI, TPIH, dokter dan 2 perawat yang dari kemenag dan kemenkes. Ditambah lagi TPHD yang diangkat oleh pemprov TPHD yang terdiri 1 orang pelayanan umum, 2 tim ibadah, dan 1 orang tim kesehatan," katanya.

Dijelaskannya, seleksi ini akan selesai pada awal Maret nanti, pasalanya tanggal 7 Maret hasil sudah harus diserahkan ke Kementerian agama.

"Lulus atau tidaknya itu kementerian yang menentukan. Penilaian paling pokok komitmen pelayanan, kalau kompetensi semua orang bisa punya.

Tapi komitmen pelayanan, karenan nanti aka berjibaku melayani jemaah1 kloter ada 450 orang. Kinerja pelayanan sehari-hari yang sungguh tanpa pamrih menjadi penilaian," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved