Punya Hak Paten, Dambus Buatan Zaroti Diburu Wisatawan Domestik dan Mancanegara, Segini Harganya

Dambus buatannya sudah dipatenkan oleh Eko Maulana Ali pada Maret 2010 lalu. H.Rhoma Irama raja dangdut Indonesia juga menyimpan dambus ini.

Punya Hak Paten, Dambus Buatan Zaroti Diburu Wisatawan Domestik dan Mancanegara, Segini Harganya
Bangka Pos/ Reynila sari
Zaroti saat hendak memainkan alat musik dambus. 

BANGKAPOS.COM – Seorang pria lansia masih bertekad melestarikan dan membuka UKM pembuatan dambus serta alat musik khas Bangka lainnya, seperti tawa-tawa, tamborin, gong, dan gendang yang terdiri dari tiga yakni gendang anak, gendang Induk dan gendang belah.

Saat memainkan dambus, terlihat jari jemari nan lincah memetik satu persatu tali senar dawai dambus, hingga menghasilkan Irama khas melayu.

Petikan senar dari jempul dan telunjuk seakan kompak mengeluarkan irama khas dari alat musik dambus sang pemanggil rindu.

Zaroti (63) yang tinggal di Air Itam Pangkalpinang, sejak tahun 2000 telah menekuni karya seni pembuatan dambus. Dibantu oleh anak dan sanak saudara, dalam satu minggu mereka bisa membuat sepuluh alat musik dambus sekaligus.

“Pernah juga ada pesanan dari Pariwisata Provinsi sebanyak 20 dambus beserta gendang, itu kita targetkan satu bulan selesai, lamanya di proses pengeringan, “ ujar pria berperawakan rambut lurus tersebut, Jumat (22/2/2019).

Namun pembuatan tawa-tawa dan gendang, proses pembuatannya hanya membutuhkan waktu selama tiga hari saja.

Pengrajin ini mengaku, kayu yang paling bagus untuk membuat dambus yakni kayu nangka. Sedangkan untuk gendang, kulit kambing menjadi pilihan lantaran tekstur yang tipis, serta menghasilkan suara yang bagus.

“Yang paling bagus kayu nangka, karena kayu nangka sudah langka, jadi kita ganti dengan kayu jelutung, kalau gendang pakai kulit kambing, kalau kulit sapi biasanya untuk beduk, ujarnya.

Proses pembuatan gendang tersebut pun tergolong mudah, dihasilkan dari kulit kambing kurban hari raya. Setelah itu dikumpul, lalu dijemur di didinding-dinding rumah, tak lupa juga disemprot dengan racun nyamuk  supaya tidak berjamur, setelah itu didiamkan selama 1 minggu dan siap untuk di buat gendang.

Harga dambus pun bervariasi, dibanderol dari mulai Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved