Staf Wali Kota Ambon Ditahan Lantaran Diduga Tembak Bocah, Begini Ceritanya

Polisi mendapat bukti permulaan yang cukup, perihal tindakannya yang diduga menembaki bocah berusia delapan tahun, GL.

Staf Wali Kota Ambon Ditahan Lantaran Diduga Tembak Bocah, Begini Ceritanya
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Ilustrasi senapan angin 

BANGKAPOS.COM - GDN alias D, staf Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (21/2/2019).

Polisi mendapat bukti permulaan yang cukup,  perihal tindakannya yang diduga menembaki bocah berusia delapan tahun, GL.

Itu setelah polisi melakukan serangkaian pemeriksaan di unit PPA Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Provinsi Maluku.

 “Oknum PNS Pemkot Ambon, GDN, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon, Ipda Julkisno Kaisupy kepada wartawan di Ambon, Kamis malam.

Dia menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, GDN langsung ditahan di sel tahanan Polres Pulau Ambon.

Menurut Julkisno, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak serta Pasal 351 KUHPidana.

Sebagaimana diberitakan, penembakan terhadap GL terjadi pada Selasa (19/2/2019).

Kejadian itu bermula saat bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu mengambil mangga yang jatuh di luar halaman rumah GDN.

Entah mengapa, GDN kemudian keluar dari rumahnya sambil membawa senapan angin dan langsung menembaki bocah tersebut.

Akibat penembakan itu, lengan kanan korban mengalami luka robek.

Orang tua korban AL tidak terima kemudian mendatangi kantor Polres Pulau Ambon untuk melaporkan kejadian tersebut.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Staf Wali Kota Ambon Ditahan Gara-gara Tembak Bocah Pemunggut Mangga, Begini Ceritanya

Editor: tidakada015
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved