Berita Pangkalpinang

Ada 4000 PRR di Babel Belum Dicetak

Untuk menuntaskan perekaman, kita sudah 100,2 persen, penduduk permanen kita sudah semuanya, tinggal

Ada 4000 PRR di Babel Belum Dicetak
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Babel , Susanti. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat teknis Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan tingkat Provinsi, di Bangka City Hotel, Senin (25/2/2019).

Kepala DP3ACSKB Babel, Susanti mengatakan rakortek ini menindaklanjuti rapat koordinasi tingkat nasional dimana ada lima point pembahasan yang harus ditindaklanjuti daerah.

Lima hal yang harus ditindaklanjuti ialah menuntaskan perekaman, menyelesaikan pencetakan KTP untuk data PRR (Print Ready Record) dan suket, Kartu Identitas Anak (KIA), pelayanan kependudukan berbasis teknologi, dan jemput bola untuk perekaman.

"Untuk menuntaskan perekaman, kita sudah 100,2 persen, penduduk permanen kita sudah semuanya, tinggal kita menyasar yang ngekos misalnya," katanya usai pembukaan.

Sedangkan untuk pencetakan KTP untuk data PRR (print ready record) dan suket, yang ditargetkan selesai lada 28 Februari 2019 ini. Menurutnya masih ada sekitar 4.000 an PRR yang belum dicetak.

"Ini bisa selesai sebelum 28 Februari, kemampauan alat mencetak bisa 500 lembar per hari, jadi bisa selesai," katanya.

Untuk KIA, disebutkannya saat ini masih kurang dari 50 persen anak-anak di Babel belum memiliki KIA. Kedepan, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak swasta agar pemanfaatan KIA betul-betul dirasakan.

Lebih lanjut dikatakannya, pada era digital ini pelayanan administrasi kependudukan harus memanfaatkan teknologi informasi dengan layanan go digital.

"Kedepannya, tandatangan kepala dinas tidak perlu ada menunggu ketika dia ada kantor untuk tandatangan berkas dokumen, tidak tandatangan manual lagi tapi sudah digital, untuk memudahkan pelayanan, mau bikin akta, KTP permohonannya bisa melalui online," katanya.

Untuk jemput bola perekaman, Susanti menyebutkan, pihaknya selalu berupaya memanfaatkan moment keramaian untuk menyisir para pemilih yang belum memiliki KTP el.

"Setiap kesempatan, kalau ada keramaian kami turun dan jemput bola, mendatangi warga untuk bisa direkam," katanya. (Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved