Breaking News:

2018, Jasa Raharja Babel Bayar Santunan Kecelakaan Capai Rp 10,43 Miliar

"Jumlah klaim pembayaran santunan kecelakaan pada tahun 2018 lebih meningkat dibandingkan tahun 2017 ," kata Cynthia

bangkapos/edwardi
Cynthia E Jonathan's, Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Bangka Belitung 

BANGKAPOS COM  -- PT Jasa Raharja Bangka Belitung pada 2018 membayarkan klaim santunan kecelakaan sebesar Rp 10.430. 748.

Sementara pada tahun 2017, jumlah klaim santunan kecelakaan sebesar Rp 8.754.368.

Hal ini diungkapkan Cynthia E Jonathans, Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Bangka Belitung, Selasa (26/02/2019) di kantornya.

"Jumlah klaim pembayaran santunan kecelakaan pada tahun 2018 lebih meningkat dibandingkan tahun 2017 ," kata Cynthia

Dijelaskannya, tata cara klaim santunan kecelakaan ini masyarakat pertama melaporkan ke kepolisian unit lakalantas.

"Setelah terbit laporan polisinya selanjutnya kepolisian berkoordinasi dengan Jasa Raharja. Bila korban meninggal dunia maka petugas Jasa Raharja akan mendatangi rumah ahli waris korban," ujarnya

Dilanjutkannya, petugas melakukan survei, pendataan dan membantu ahli waris mengurus berkas-berkasnya.

"Tapi untuk korban luka-luka segera masuk rumah sakit yang akan menangani korban, jadi korban tidak perlu mengeluarkan biaya perawatannya. Nanti pihak rumah sakit yang akan berkoordinasi dengan petugas Jasa Raharja dan petugas kita akan mendatangi rumah sakit memberikan garansi letter atau surat jaminan," jelasnya

Dilanjutkannya, semua biaya dijamin dan ditanggung Jasa Raharja dengan catatan sudah ada laporan polisinya.

"Jadi hampir sama dengan korban yang meninggal dunia juga harus ada laporan polisinya. Kemudian petugas datang ke rumah korban untuk melengkapi dengan surat kematian, KK, KTP dan mengisi formulir dari Jasa Raharja oleh ahli waris korban," tukasnya.

Ditegaskannya dalam mengurus klaim santunan ini tidak ada praktek percaloan, karena petugas Jasa Raharja yang langsung datang ke rumah korban/ahli waris dan juga rumah sakit .

"Jadi tidak ada calo dalam hal ini, kalaupun ada itu hanya oknum yang mengaku-ngaku sebagai petugas kami saja, jadi itu bukan petugas resmi kami karena pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Jasa Raharja," tegasnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved