Berita Sungailiat

Agung Setiawan Berharap Cap Go Meh Jadi Aset Wisata Bangka

Cap Go Meh ke depannya bisa jadi aset wisata untuk Kabupaten Bangka ini. Pemerintah daerah harus mendukung

Agung Setiawan Berharap Cap Go Meh Jadi Aset Wisata Bangka
bangkapos.com
Agung Setiawan (nurhayati/bangkapos.com) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tokoh Warga Tionghoa Agung Setiawan menyarankan agar perayaan Cap Go Meh bisa menjadi aset wisata di Kabupaten Bangka.

Setiap perayaan Cap Go Meh masyarakat baik ethis Cina maupun Melayu ramai dikunjungi warga seperti Festival Cap Go Meh di Dusun Air Duyung, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Hal ini menurut Agung menandakan harmonisnya kerukunan umat beragama di Kabupaten Bangka.

Selain itu juga adanya semboyan Fangin Tongin Jit Jong yang artinya Melayu-Cina sama saja tidak ada perbedaan.

"Cap Go Meh ke depannya bisa jadi aset wisata untuk Kabupaten Bangka ini. Pemerintah daerah harus mendukung hal ini sehingga tradisi yang dilestarikan masyarakat menjadi andalan wisata religius," saran Pengurus Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Bangka pada Festival Cap Go Meh, Senin (25/2/2019) malam di Dusun Air Duyung.

Untuk memeriahkan Festival Cap Go Meh ini diadakan perlombaan seperti makan bakpau, melukis anak-anak, dan lomba joget.

Agung menilai partisipasi dalam memeriahkan momen Cap Go Meh ini luar biasa karena dihadiri ratusan warga. Cap Go Meh ini bertujuan untuk melestarikan tradisi makan kue keranjang yang maknanya bersyukur dan meminta keselamatan masyarakat.

"Acara seperti ini sangat dinantikan oleh masyarakat dan mereka antusias sekali," kata Agung.

Festival Cap Go Meh ini juga dihadiri oleh Pengusaha Ramli Sutanegara, Zuristyo Firmadata, Hendra Asra Jaya, masyarakat dari Dusun Air Dayung, Dwi Makmur, Merawang dan sekitarnya. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved