Anda Ingin Resign? Ini 6 Alasan dan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya

Kata resign terbukti sebagai salah satu kata populer di kalangan pekerja. Saking populernya, saat dahulu saya memuat artikel

Anda Ingin Resign? Ini 6 Alasan dan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya
shutterstok
Ilustrasi mengundurkan diri 

BANGKAPOS.COM - Kata resign terbukti sebagai salah satu kata populer di kalangan pekerja. Saking populernya, saat dahulu saya memuat artikel “Bagaimana menemukan Passion tanpa resign” di situs saya, situs saya sampai crash karena banyaknya pembaca yang datang berombongan pada saat yang sama.

Ada kemiripan antara orang resign dan putus cinta. Sama- sama melepaskan yang lama, menyambut yang baru, dengan diselingi ‘galau’ di tengah- tengahnya. Mungkin bedanya, kalau orang resign alasannya ingin mencari yang lebih baik, kalau putus cinta alasannya karena, ehm… “kamu terlalu baik”.

Sering Bekerja Shift Malam, Inilah Pola Makan yang Sehat untuk Kamu

Segera Kurangi Sering Marah-marah, karena Bisa Persingkat Hidup Anda

Tapi seriusnya nih. Walaupun saya pernah memberi tips tentang cara menemukan passion tanpa harus resign, dan saya merasa bahwa langkah untuk resign harus dipertimbangkan matang- matang, ternyata ada kalanya, resign perlu dilakukan, bahkan menjadi solusi hidup yang tepat.

Ada kalanya, Anda harus mempertimbangkan serius, “Apa ini saat yang tepat untuk resign?”

Kali ini, saya ingin membagi sedikit tanda- tanda yang menunjukkan, bahwa ini mungkin saat yang tepat untuk Anda berdiri dari kursi Anda, masuk kantor bos Anda, dan menempelkan surat resign di mejanya.

Alasan untuk resign

Tidak ada alasan yang ‘tepat’ dan ‘baik’ untuk resign, yang sama untuk semua orang. Setiap orang berbeda- beda, dengan nilai hidup dan prioritas yang berbeda- beda pula. 

Jadi pertama- tama, yang harus kita sadari saat mempertimbangkan untuk resign, adalah kita perlu menggunakan standar nilai- nilai kita sendiri, bukan berdasarkan nilai- nilai ‘umum’ orang lain, nilai tetangga, nilai sepupu, apalagi nilai- nilai komentator di TV itu.

Beberapa orang bisa resign karena masalah uang.  Beberapa orang, tidak mempermasalahkan uang, namun resign karena masalah harga diri.

Halaman
1234
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved