Berita Bangka Tengah

Marbot Masjid Jamik Koba Sampaikan Keluhan ke Bupati, Halaman Sering Jadi Tempat Nongkrong dan Mabuk

Marbot Masjid Jamik, Sandi, mengeluhkan disekitar lingkungan masjid Jamik Koba sering dijadikan tempat mabuk oleh muda mudi pada malam hari

Marbot Masjid Jamik Koba Sampaikan Keluhan ke Bupati, Halaman Sering Jadi Tempat Nongkrong dan Mabuk
bangkapos/riki
Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, bersama jamaah masjid Jamik melaksanakan kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama dengan jamaah dan warga Kecamatan Koba, pada Senin (25/2/2019) malam. 

BANGKAPOS.COM -- Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, bersama jamaah masjid Jamik melaksanakan kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama dengan jamaah dan warga Kecamatan Koba, pada Senin (25/2/2019) malam.

Bupati menerima banyak hal terkait keluhan warga dan para pengurus masjid Jamik.

Seperti yang disampaikan oleh Marbot Masjid Jamik, Sandi, mengeluhkan disekitar lingkungan masjid Jamik Koba sering dijadikan tempat mabuk oleh muda mudi pada malam hari, sehingga ia mengharapkan adanya penertiban dilakukan oleh pihak Pemerintah daerah.

"Banyak yang mabuk, dilingkungan masjid, selain itu ada yang tiduran ditangga dan ada pula sampai masuk ke lantai atas masjid sambil membawa minuman,"jelas Sandi kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Selain masalah banyaknya muda mudi yang nongkrong, ia juga sering melihat dan menemukan barang barang sisa bekas minuman tercecer didekat halaman masjid

"Selain itu banyak pemuda yang nongkrong sambil minum arak yang di oplos dengan minuman torpedo, sisanya tertinggal di sekitaran masjid,"katanya

Sementara mendengar keluhan tersebut, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh langsung merespon dan meminta agar Satpol PP melakukan patroli untuk mencegah aksi mabuk mabukan tersebut.

"Ini tantangan bagi kita, saya minta Sat Pol PP melakukan patroli dengan cara yang bagus, memberi tahu mereka harus hati hati, dengan cara pendekatan, harus mengajak tidak berbuat seperti itu lagi,"kata Bupati

Ia menambahkan, aktivitas mabuk mabukan seperti ini tentunya menyimpang dari agama, sehingga seharusnya tidak dilakukan oleh masyarakat banyak.

"Mari kita bersama sama mengajak untuk tidak melakukan hal itu, karena bila mabuk membuat orang akan tidak sadar dan menjadi masalah,"lanjutnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved