Gubernur Sumsel Sarankan Sriwijaya FC Tidak 'Menyusu' ke Pemerintah

Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menegaskan ditunjuknya Asfan Fikri Sanaf sebagai pemegang saham baru di PT Sriwijaya Optimis Mandiri.

Gubernur Sumsel Sarankan Sriwijaya FC Tidak 'Menyusu' ke Pemerintah
(TRIBUN SUMSEL / PETRUS MARUDUT)
Seluruh pemain, jajaran pelatih dan official staff Sriwijaya FC berfoto bersama usai melakukan sesi latihan dalam persiapan leg kedua melawan Madura United di babak 16 besar Piala Indonesia, Rabu (20/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menegaskan dengan ditunjuknya Asfan Fikri Sanaf sebagai pemegang saham baru di PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Sriwijaya FC dapat lebih baik lagi kedepannya.

Termasuk operasional Sriwijaya FC yang harus mandiri tanpa bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumsel sebagaimana dilansir dari Tribun Sumsel.

"Aku sarankan kepada Pak Asfan yang saat ini sebagai pemegang over alih ini (Sriwijaya FC) untuk segera memulai dan (SFC) jangan "nyusu" (dibantu) be (saja) dengan pemerintah," katanya di Griya Agung Palembang, Rabu (27/2/2019).

Herman Deru melanjutkan Sriwijaya FC harus melihat klub lain yang sukses tanpa bantuan dari pemerintah.

Dicontohkannya klub Persib dan lain-lain sebagainya yang sukses tanpa campur tangan pemerintah.

"Bagaimana dia (SFC) harus mandiri seperti klub lain, kan banyak contoh seperti Persib dan lain-lain, ternyata bisa mandiri, tidak harus "nyusu" terus dengan pemerintah, repot," jelasnya.

Selain itu, sambung Herman Deru dirinya pula ingin AFS agar ada seleksi dalam memilih orang-orang yang punya potensi untuk bergabung manajemen dengan SFC.

Termasuk pihak-pihak yang pernah membantu di SFC agar bisa bergabung lagi.

Terkait dengan keterlibatan BUMN terutama PT Bukit Asam di Sriwijaya FC, dimungkinkan akan membantu meskipun untuk kepemilikan SFC belum dapat dipastikan.

"PTBA itu kita harapkan suportnya kalau dia (PTBA) sadar kalau dia (PTBA) itu di Sumsel ini mengeploitasinya di Sumsel."

"Artinya dia harus memberikan kegembiraan kepada masyarakat Sumsel, tapi mereka kayaknya punya tanggapan yang baik. Saya minta tiap tahun tapi kayaknya sudah ada respon," ujarnya.

Untuk kepemilikan saham, lanjut Herman Deru PTBA butuh waktu yang lama karena BUMN harus akuntabel karena ini adalah BUMN yang harus melewati prosedur yang panjang.

"Tapi itu urusan dia (PTBA) yang paling penting sudah take over dari manajemen lama, kita benahi bila perlu masukan semua pihak," ujarnya. (tribun sumsel)

Editor: El Tjandring
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved