Berita Pangkalpinang

Disperindag Pastikan Stok Sembako dan Barang Penting Stabil Hingga Beberapa Bulan Kedepan

Stok ini cukup bahkan ada beberapa yang bisa sampai beberapa bulan kedepan. Tapi distribusi barang yang

Disperindag Pastikan Stok Sembako dan Barang Penting Stabil Hingga Beberapa Bulan Kedepan
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kementrologian Dinas Perdagangan Provinsi Babel, Riza Aryani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan stok sembako dan bahan penting lainnya di Babel cukup untuk beberapa bulam kedepan dan harga masih terbilang stabil.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kementrologian Dinas Perdagangan Provinsi Babel, Riza Aryani mewakili kepala Dinas Perdagangan Babel, Sunardi dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Satgas Pangan memaparkan kondisi stok sembako di Babel dalam rapat bersama satgas pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah, di Gale-Gale Restoran, Kamis (28/2/2019).

Riza memaparkan untuk stok beras yang ada saat ini 4.160 ton, sedangkan konsumsi per minggu sebanyak 2000 ton.

Untuk kedelai stok112 ton konsumsi per minggu 42 ton. Gula pasir stoknya 1634 ton dan  konsumsi perminggu 634 ton.

Minyak Goreng stok sebayak 350 ton konsumsi150 ton. Stok terigu 170 ton dengan konsumsi 80 ton. Yn daging sapi stol 60 konsusmsi 35, ayam stok 26 ton konussm 11 ton, telor ayam 125 ton junsi 35, cabe besar stok 17 ton dengan konsumsi 3 ton.

Cabai  keriting stok 10 ton dan konsumsi 5 ton per minggu. Cabai merah rawit stok 10 ton dan konsumsi 4 ton, bawang merah stok sebanyaka 28 ton dengan konsumsi 13 ton, bawang putih stok 11 ton dan konsumsi 4 ton.

"Stok ini cukup bahkan ada beberapa yang bisa sampai beberapa bulan kedepan. Tapi distribusi barang yang harus terjaga sehingga harga tetap stabil," katanya.

Tak dipungkirinya ada beberapa kenaikan harga seperti ayam, namun untuk beras premium justru mengalami penurunan harga.

Menurutnya, harga di Babel meski ada kenaikan masih berada dibawah harga acuan.

"Harga ayam rasa dan telor memang naik, dari kementerian sudah menurunkan surat karena ada kenaikan harga pakan jagung, pak menteri memberikan acuan harga januari sampai 31 maret, daging ayam ras tingkat peternah Rp 20-22 ribu/kg sampai ketingkat konsumen Rp 36 ribu, telur ayam Rp 20-22 ribu/kg, ditingkat konsumen Rp 26 ribu," sebutnya.

Dengan ketersediaan stok ini yang harus menjadi perhatian ialah jangan sampai ada spekulan yang memainkan harga dan jalur distribusi harus lancar. Pasalnya, barang masuk setiap satu minggu sekali.

"Jika stok tersedia, yang kita jaga distribusi tergantung dari luar 80 persen dan kendala menyangkut di Pelabuhan antri, tingginya harga tiket karena seperti sayur, cabe lewat udara, ini yang harus kita waspadai," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved