Hadiri Cap Go Meh di Sunghin, Zuristyo: Aset Budaya Babel

Babel ini The Real Indonesia, apapun latar belakangnya kita bisa hidup rukun damai, fangin tongin jitjong

Hadiri Cap Go Meh di Sunghin, Zuristyo: Aset Budaya Babel
Bangkapos
Hadiri Cap Go Meh di Sunghin, Zuristyo: Aset Budaya Babel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Bangka Belitung merupakan daerah yang masyarakatnya memiliki latar belakang budaya beraneka ragam.

Selain kaya dengan budaya Melayu. Bangka Belitung juga punya banyak kebudayaan Tionghoa seperti tradisi Cap Go Meh.

Ritual yang dirayakan warga Tionghoa di Bangka Belitung dilaksanakan dengan meriah dan kaya unsur seni budaya yang dapat menjadi ikon wisata.

Ketua DPW Nasdem Bangka Belitung Zuristyo Firmadata menilai Cap Go Meh sebagai aset budaya yang unik karena tidak semua daerah di Indonesia melaksanakan ritual ini.

"Cap Go Meh ini populernya di Singkawang, Medan dan Bangka Belitung yang punya tradisi merayakan Cap Go Meh di Indonesia. Ini kekayaan budaya kita yang unik harus terus dilestarikan," kata Bang Tyo usai menghadiri perayaan Cap Go Meh di Sunghin, Merawang.

Zuristyo Firmadata menghadiri perayaan Cap Go Meh di Sunghin Merawang bersama Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bangka Hendra Astra Jaya.

Keduanya berbaur dengan ratusan masyarakat yang merayakan Cap Go Meh.

Menurut pengusaha kelahiran Mentok, Bangka Barat ini, perayaan Cap Go Meh juga menunjukkan indahnya kebhinekaan di Bangka Belitung.

Berbagai suku, agama, ras dan golongan di Babel bisa menyatu dan hidup berdampingan dengan harmonis.

"Babel ini The Real Indonesia, apapun latar belakangnya kita bisa hidup rukun damai, fangin tongin jitjong.

Masyarakat kita terbuka, ramah menyambut tamu yang datang, daerah lain bisa belajar kesini soal kebhinekaan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: deddy_marjaya
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved