Berita Bangka Tengah

Pemda Bateng Harap Investor Datang untuk Bangun SPBN

Saat ini para nelayan hanya mengandalkan SPBU yang ada di setiap wilayah tempat tinggal mereka untuk mendapatkan BBM.

Pemda Bateng Harap Investor Datang untuk Bangun SPBN
bangkapos/riki
Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Dedy Muchdiyat. 

BANGKAPOS.COM--Kondisi kurangnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di beberapa wilayah di Bangka Tengah, diakui oleh Kepala Dinas Perikanan Bateng, Dedy Muchdiyat, menurutnya perlu ada bantuan investor untuk masuk membangun SPBN saat ini.

"Kita tidak bisa, hanya kita memberikan peluang untuk investor untuk mendirikan SPBN, karena wilayah kita banyak pesisir pantai dan didominasi oleh para nelayan," jelas Dedy kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Awas! Jangan Lewat Desa Kayubesi, Banjir Melanda

Ia menambahkan, saat ini para nelayan hanya mengandalkan SPBU yang ada di setiap wilayah tempat tinggal mereka untuk mendapatkan BBM.

"Para nelayan tidak ada SBPN masih bisa di akomodir oleh SPBU yamg ada, tapi melalui persyaratanya salah satunya, dengan ada kartu nelayan dengan kepemilikan kartu nelayan, mereka itu bisa dilayani oleh pihak SPBU," lanjutnya.

Menurutnya, saat ini sebanyak 2.500 nelayan di Bateng telah memiliki kartu nelayan, dan kartu itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan para nelayan.

"Kartu nelayan 2.500 sekian, masih ada yang belum masih terus melakukan pendataan dan sosialisasinya, kartu nelayan fungsinya, selain untuk indentitas nelayan, sebagai prasyarat mereka untuk mendaftarkan dia ke asuransi nelayan gratis dari kementrian,"katanya

Selain itu, nelayan juga bisa memanfaatkan kartu itu untuk mendaftarkan sertifikat hak tanah atas nelayan, itu semua fungsi dari kartu nelayan.

Jalan Aspal Terbelah Dua, Banjir Paling Parah di Puding Besar dan Riausilip

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi banyak mendapatkan keluhan dari para nelayan bagan di wilayah Tanjung Langka, Kecamatan Koba, dimana para nelayan mengeluhkan susahnya mendapatkan BBM bersubsidi karena tidak adanya Satasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah Terentang hingga Kulur.

"Selama ini mereka menggunakan BBM non subsidi beli di pinggiran jalan dan SPBU pertamina, jadi mereka terpaksa menggunakan non subsidi dan karema yang subsidi sulit di dapatkan, oleh karena itu, kita mengharapkan pertamina membantu menbangun SPBN untuk nelayan di seputaran Desa Terentang dan Kulul karena wilayah itu daerah pesisir," jelas Apri.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved