Berita Sungailiat

Awas, Buang Sampah Sembarangan di Bangka Didenda Rp 1,5 Juta

Kami akan menerapkan peraturan tibum yang ada di pol pp bahwa siapa yang membuang sampah sembarangan

Awas, Buang Sampah Sembarangan di Bangka Didenda Rp 1,5 Juta
Bangkapos/Nurhayati
Kepala DLH Kabupaten Bangka Meinalina (baju hijau) berfoto bersama Bupati Bangka Mulkan dan para pelajar lomba mewarnai saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Rabu (27/2/2019) di TPA Kelurahan Kenanga. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka akan menerapkan sanksi tegas kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Bagi masyarakat yang buang sampah sembarangan akan dikenakan denda Rp 1,5 juta atau kurungan tiga bulan penjara.

"Kami akan menerapkan peraturan tibum yang ada di pol pp bahwa siapa yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 1,5 juta atau tiga bulan kurungan. Itu akan segera saya tindaklanjuti," tegas Kepala DLH Kabupaten Bangka Meinalina, Jumat (29/2/2019) kepada bangkapos.com.

Diakuinya, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan seperti di Lingkungan Nangnung, Pasar Kite dan Pekuburan Kemujan.

Dia menyesalkan tindakan warga yang buang sampah sembarangan di luar kontainer yang sudah ditempatkan.

Bahkan para petugas sudah membersihkan sampah di lokasi tersebut masih ada yang buang sampah sembarangan.

"Buang sampah di luar kotak sampah, di luar dari kontainer. Itu prilaku yang tidak baik. Mari kita berubah sikap. Kami akan terapkan secara tegas untuk pembelajaranlah," tegas Meinalina.

Menurutnya, perlu ada kepedulian masyarakat jika tidak ada tindakan tegas bagaimana ada efek jera yang selalu membuang sampah sembarangan.

"Yang buat seperti itu mungkin dari 100 orang ada lima orang tapi dampaknya kena semua masyarakat daerah itu dicap buang sampah sembarangan," sesal Meinalina.

Namun diakuinya ada dari warga disana juga sudah ada petugas kebersihan yang dibayar untuk mengambil sampah rumah tangga.

"Itu tertib tapi tidak semua ada yang tidak bisa dengan cara baik peduli membuang sampahnya. Kalau sampah di Pasar Kite itu sampah bulu ayam itu baunya menyengat," kata Meinalina.

Para petugas sampah dari DLH sudah punya jadwal pagi dan sore tetapi setelah dibersihkan sudah penuh dengan sampah lagi. 

"Bukan tidak diambil petugas sudah dibersihkan tapi dari masyarakat yang buang sampahnya tidak benar," ungkap Meinalina.

Dia mengatakan, hal inilah yang menyebabkan penumpukan sampah. Oleh karena itu penerapan sanksi tegas tersebut akan dilaksanakan pada bulan Maret 2019 ini.

Pihaknya berusaha memberikan efek jera agar Sungailiat menjadi kota yang bersih. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved