Kisah Sedih Bukhari, Diwisuda Gantikan Putrinya yang Meninggal Dunia

Bukhari harus menguatkan diri menggantikan putrinya mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung di gedung Auditorium Ali Hasyimi

Kisah Sedih Bukhari, Diwisuda Gantikan Putrinya yang Meninggal Dunia
KOMPAS.COM/RAJA UMAR
Nurbayaini (50) dan Bukhari (50), orang tua almarhumah Rina Muharami mahasiswi UIN yang diwakili ayahnya saat mengikuti Wisuda di gedung Auditorium Ali Hasyimi, UIN Ar’Raniry Banda Aceh, Rabu (27/02/2018). 

BANGKAPOS.COM - Bukhari harus menguatkan diri menggantikan putrinya mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung di gedung Auditorium Ali Hasyimi, UIN Ar’Raniry Banda Aceh, Rabu (27/2/2018).

Rina Muharam, putri Bukhari meninggal dunia pada 5 Februari 2019 lalu usai mengikuti sidang skripsi. Rina tak bisa mengikuti wisuda yang dia telah perjuangkan selama ini. Bukhari menggantikan putri sulungnya itu mengambil ijazah hasil perjuangan putri kesayangannya selama bertahun-tahun.

Remaja 16 Tahun, Habisi Ibu dan Neneknya Hanya karena Tersinggung, 5 Warga Ikut Ditikam

Bukhari mengaku tak kuasa menahan air mata kesedihan saat menghadiri wisuda untuk menggantikan putrinya.

Karena seluruhnya mahasiwa lain, kawan dari putrinya itu mengikuti wisuda lengkap didampingi orangtua mereka masing-masing.

“Saat Rina meninggal saya hanya sedih saja, tapi kemarin saya tidak sanggup menahan air mata, karena melihat suasana mahasiswa lain yang didampingi orang tua mereka, mungkin inilah kebanggan yang terakhir dapat saya persembahkan untuk almarhumah untuk ikut menggantikan saat wisuda, dan ijazahnya akan menjadi kenang-kenangan bagi kami keluarga untuk selamanya," ujarnya saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Desa Cot Rumpun, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (28/2/2019).
Nurbayaini (50) dan Bukhari (50), orang tua almarhumah Rina Muharami mahasiswi UIN yang diwakili ayahnya saat mengikuti Wisuda di gedung Auditorium Ali Hasyimi, UIN Ar’Raniry Banda Aceh, Rabu (27/02/2018).KOMPAS.COM/RAJA UMAR Nurbayaini (50) dan Bukhari (50), orang tua almarhumah Rina Muharami mahasiswi UIN yang diwakili ayahnya saat mengikuti Wisuda di gedung Auditorium Ali Hasyimi, UIN Ar’Raniry Banda Aceh, Rabu (27/02/2018).

Nasib Pengayuh Becak Ini Memilukan, Divonis Bersalah dan Dipenjara Setelah Jadi Korban Tabrak Lari

Bukhari terlihat tegar meski matanya berkaca-kaca saat menceritakan kisah anaknya yang baik dan berprestasi sejak dari dari kecil.

Nama Rina Muharami merupakan gabungan dari nama ayah, ibu dan bulan Hijriah. Rina lahir pada bulan muharam di Bayu, Aceh Besar 15 Mei 1996.

Usai menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy, Rina memilih kuliah di Prodi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Sejak masuk kuliah di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN AR-Raniry Banda Aceh tahun 2014, anak sulung Bukhari itu tak pernah mengeluh, ia sangat rajin dan giat belajar.

Setiap hari Rina berangkat dan pulang kuliah dari kampungnya Desa Cot Rumpun, Aceh Besar ke Kampus UIN banda Aceh dengan menggendarai sepeda motor.

“Patuh kepada orangtua dan taat kepada agama sejak usianya masih kecil, dia tidak pernah mengeluh. Kalau jajan sehari-hari yang penting kami kasih cukup untuk ngisi BBM sepeda motornya, satu hari kadang-kadang hanya saya kasih Rp 5.000,” kenangnya.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved