Remaja 16 Tahun, Habisi Ibu dan Neneknya Hanya karena Tersinggung, 5 Warga Ikut Ditikam

Seorang pemuda berinisial JPDS (16), asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menikam ibu dan neneknya dengan menggunakan sebilah pisau

Remaja 16 Tahun, Habisi Ibu dan Neneknya Hanya karena Tersinggung, 5 Warga Ikut Ditikam
Pixabay.com
Ilustrasi tewas 

BANGKAPOS.COM - Seorang pemuda berinisial JPDS (16), asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menikam ibu dan neneknya dengan menggunakan sebilah pisau hingga tewas.

Kapolres Belu AKBP Christian Tobing mengatakan, JPDS menikam ibunya Filomina Dos Santos dan sang nenek Magdalena Bui dengan pisau dapur.

Serem! Seekor Lintah 3 Bulan Bersarang di Tenggorakan Pria 60 Tahun Ini

"Motif penikamannya hanya hal sepele, karena pelaku tersinggung ditegur oleh seorang kerabatnya, yang mengatakan selama ini tidak pernah melihat pelaku,"ungkap Tobing kepada Kompas.com, Jumat (1/3/2019) malam.

Kejadian itu, kata Tobing, terjadi di Dusun Lesepu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kamis (28/2/2019) kemarin, sekitar pukul 15.30 Wita.

Takut Ditilang Polisi, Emak-emak dan Motornya Terjun Bebas ke Selokan

Selain menikam ibu dan neneknya hingga tewas, JPDS juga menikam lima orang warga lainnya, yang merupakan ibu-ibu.

Lima korban penikaman itu masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Saat Digerebek, 3 Oknum Polisi Ini Lagi Nyabu Bersama Seorang Wanita di Kamar Hotel

Kejadian itu bermula ketika JPDS ditegur oleh seorang kerabatnya yang diketahui bernama Andre.

Tak terima dengan teguran itu, JPDS kemudian memukul Andre. Melihat itu, ibu pelaku dan keluarga lainnya kemudian menegur JPDS, agar jangan memukul Andre.

JPDS yang emosi lalu bergerak cepat ke arah dapur dan mengambil sebilah pisau lalu menikam ibu dan neneknya.

JPDS pun melukai lima orang lainnya.

2 Oknum Guru Ini Kerap Nyabu Sebelum Mengajar, Gaji Habis untuk Beli Narkoba

Warga setempat kemudian berupaya untuk mencegah aksi brutal JPDS, dengan melemparinya dengan kayu. JPDS pun akhirnya tak berdaya.

Warga pun bergerak cepat dan melapor ke polisi. Tak berselang lama, polisi lalu datang dan menangkap pelaku.

"Saat ini pelaku sudah kami amankan," katanya. (*)


Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved